Cerita 2 Ibu Minta MK Legalkan Ganja untuk Kesehatan

Andi Saputra - detikNews
Jumat, 20 Nov 2020 11:28 WIB
ganja
Ilustrasi ganja yang diminta dilegalkan hanya untuk kepentingan kesehatan (Foto: dok. Thinkstock)
Jakarta -

Dwi Pratiwi dkk meminta Mahkamah Konstitusi (MK) melegalkan ganja untuk kesehatan. Oleh sebab itu, MK diminta memberikan penafsiran bersyarat dalam UU Narkotika.

Hal itu tertuang dalam berkas permohonan yang dilansir website MK sebagaimana dikutip detikcom, Jumat (20/11/2020). Dwi merupakan ibu kandung dari seorang anak yang menderita cerebral palsy, yakni lumpuh otak yang disebabkan oleh perkembangan otak yang tidak normal.

Saat ini, metode pengobatan hanya fisioterapi dan pemberian obat antikejang. Dwi menjadi single parent setelah ia bercerai dengan suaminya.

Pada 2016, Dwi mengobati anaknya di Australia dan diberi minyak ganja (cannabis oil). Dari terapi itu, anaknya membaik. Selama terapi itu, ia menyetop obat dari dokter. Sekembali ke Indonesia, ia tidak bisa meneruskan terapi menggunakan minyak ganja karena terbentur UU Narkotika.

Hal serupa dialami oleh Santi Warastuti. Santi memiliki anak perempuan yang didiagnosis dokter pada 2015 mengalami epilepsi.

Santi belum berani menggunakan minyak ganja karena takut terhadap UU Narkotika. Padahal banyak informasi menyebutkan minyak ganja baik untuk pengobatan anaknya.

Karena itu, Santi bersama Dwi sama-sama memohon kepada MK memberikan penafsiran terbatas pada Penjelasan Pasal 6 ayat 1 huruf a UU Narkotika.

"Menyatakan Penjelasan Pasal 6 ayat 1 huruf a UU Narkotika bertentangan dengan UUD 1945 sepanjang tidak dibaca 'dalam ketentuan ini yang dimaksud dengan 'narkotika Golongan I' adalah narkotika yang dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan pelayanan kesehatan dan atau terapi serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan'," ujar pemohon.

(asp/gbr)