Pilkada Tangsel

IPO: Elektabilitas Naik Drastis Dalam Masa Kampanye Adalah Anomali

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 20 Nov 2020 11:04 WIB
Benyamin Davnie
Benyamin Davnie (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pasangan Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan dinilai bisa memenangi Pilkada Tangsel 2020. Benyamin Davnie disebut punya peluang ketimbang dua calon lainnya.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengatakan peningkatan elektabilitas calon kepala daerah secara signifikan hanya dalam kurun dua bulan secara teori sulit dilakukan. Menurutnya, peningkatan elektabilitas pada masa kampanye atau ketika jeda sebelum waktu pemilihan cukup sulit terjadi.

Dalam keterangannya, Jumat (20/11/2020), Dedi menyoroti sajian data yang dikeluarkan Indikator di mana terjadi peningkatan elektabilitas yang cukup signifikan, yakni hampir mencapai 20 persen, untuk Muhamad. Sementara pada periode Agustus 2020 elektabilitas Muhamad baru menyentuh 18,1 persen, memasuki pertengahan November naik menjadi 36,2 persen. Artinya, ada kenaikan hingga 18,1 persen dalam rentang kurang dari dua bulan.

"Secara teori, kenaikan elektabilitas dalam masa kampanye sangat sulit dilakukan," kata Dedi.

Dedi menyatakan peningkatan elektabilitas kandidat secara drastis akan terjadi pada dua momen. Pertama saat penentuan kandidat, yakni ketika ada tokoh berpengaruh yang semula akan ikut bertarung, lalu gagal daftar dan mengalihkan dukungan. Kedua pada waktu pemilihan.

"Ini banyak faktor, selain semakin gencar kampanye, juga karena ada strategi pamungkas, entah karena janji-janji politik atau hal lainnya," ujarnya.

Karena itu, Dedi meragukan terjadi peningkatan elektabilitas kandidat secara drastis ketika masih berada pada masa kampanye. Apalagi selama pandemi COVID-19 gerak kampanye kandidat dibatasi, salah satunya dengan pembatasan jumlah massa yang diatur dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 13 Tahun 2020.

"Kalau masih di masa kampanye, peningkatan drastis sulit terjadi. Jadi ini adalah anomali," sebut dia.

Sementara itu, Direktur Riset Kantor Konsultan Politik Konsepindo, Sapraji, menyatakan salip-menyalip sebelum waktu pencoblosan adalah hal biasa dalam pilkada, tetapi biasanya terjadi pada kontestan yang sama-sama kuat. Dalam hal disalipnya pasangan Benyamin-Pilar oleh Muhamad-Saras, ia menilai hal itu cukup mengejutkan, jadi wajar kalau menjadi perbincangan.

Sapraji menyampaikan lembaga survei Konsepindo Research and Consulting telah beberapa kali menyelenggarakan survei Pilkada Tangsel, namun tidak mendeteksi adanya stagnasi pada pasangan Benpilar. Dalam survei lembaganya, Benpilar juga tidak pernah mengalami penurunan elektabilitas tapi memang kenaikannya lamban karena posisinya elektabilitasnya sudah cukup tinggi.

"Pasangan Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan elektabilitasnya sudah di atas angka 40 persenan, sementara Muhamad-Saras masih di angka 20 persenan lebih. Selisih kedua paslon masih di atas 10 persenan. Kita akan turun lagi survei akhir November ini," ujarnya saat ditemui di kantornya di kawasan BSD City.

Mengenai ramainya pembahasan hasil survei Indikator itu, ia menilai hal demikian sebagai sesuatu yang wajar. Kalau melihat data tracking Indikator yang dipublikasikan kemarin, jelas sekali terlihat sebenarnya baru pada awal November 2020, Muhamad menyalip Benyamin, itu pun dinyatakan masih dalam arsir margin of error.

Nyata terlihat datanya, kata Sapraji, kalau elektabilitas Muhamad sebelumnya selalu kalah. Sapraji menyesalkan tidak di-publish-nya data perkembangan popularitas para kandidat. Menurutnya, itu penting karena dari data Indikator yang beredar, pada survei akhir Juli sampai awal Agustus, popularitas Muhamad masih di bawah 50 persen. Tidak ada data di survei Agustus, Oktober, November seberapa dikenal dan disukai Muhamad, apakah menyalip Benyamin juga.

Sapraji sendiri berpendapat, di ujung pertarungan, akan terjadi kontestasi yang seru. Ibarat mesin yang sudah panas, di ujung akan saling meraung. Mesin yang berpengalaman akan menang.

"Nah, mesin Benyamin ini cukup berpengalaman ikut balap pilkada. Pilkada sekarang ini adalah kali ketiga buatnya, dua pilkada sebelumnya, Benyamin selalu unggul. Ia adalah wakil Airin Rachmi Diany. Melihat hal ini, peluang Benyamin memenangi pilkada lebih tinggi dari Muhamad dan Azizah," pungkasnya.

(gbr/tor)