Meninggal karena Positif COVID, Jenazah TKA China di Sultra Dikremasi

Sitti Harlina - detikNews
Kamis, 19 Nov 2020 12:31 WIB
Ilustrasi jenazah
Ilustrasi (Thinkstock)
Kendari -

Seorang tenaga kerja asing (TKA) asal China di Sulawesi Tenggara (Sultra) terkonfirmasi positif Virus Corona (COVID-19) dan meninggal dunia. TKA berusia 54 tahun itu sempat dirawat di rumah sakit.

Menurut juru bicara PT VDNI dan PT OSS, Dyah Fadilat, TKA China itu meninggal setelah dirujuk ke Rumah Sakit Bahteramas Kendari pada Jumat (13/11/2020) lalu. Dia sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Angkatan Darat dr Ismoyo Kendari. Hasil tes PCR di RS Bahterahmas Kendari menyebut TKA itu positif COVID-19.

"Setelahnya diketahui bahwa hasil tes PCR yang dilakukan menunjukkan hasil positif virus SARS-CoV-2 (COVID-19). Karena hasil tes PCR menunjukkan positif, penanganan jenazah oleh RS Bahteramas dilakukan dengan mengikuti protokol COVID-19. Jenazah kemudian langsung dikremasi pada tanggal 13 November 2020 sore," katanya.

Lebih lanjut disebutkan bahwa TKA itu memiliki riwayat penyakit yang turut memperparah kondisinya.

"Menurut keterangan dokter yang bertugas yang diterima perusahaan, penyebab kematian adalah penyempitan pembuluh darah di otak," imbuhnya.

Saat dirawat di RS Angkatan Darat dr Ismoyo Kendari pada Kamis (12/11), TKA China itu memang sempat dilakukan rapid test dan hasilnya negatif.

Yang bersangkutan kemudian sempat diberikan bantuan oksigen dan pernapasan, hingga akhirnya dirujuk ke RSUD Bahteramas Kendari dengan pertimbangan peralatan yang lebih lengkap dan riwayat penyakit yang dimiliki, yaitu masalah pada jantung dan gangguan pernapasan (asma).

Ditegaskan Dyah bahwa almarhum selama ini berada dalam kawasan industry untuk melakukan pekerjaannya. Pihak perusahaan juga selama ini tetap mematuhi protokol kesehatan dalam menjalankan aktivitas.

"Pekerja yang berasal dari Shandong, Tiongkok, ini sudah berada di Kawasan Industri Morosi, Kabupaten Konawe, sejak 14 Januari 2020 untuk bekerja di kawasan PLTU dan tidak pernah meninggalkan kawasan pabrik karena yang bersangkutan juga tinggal di asrama karyawan milik PT OSS," pungkasnya.

(nvl/nvl)