Dubes RI Tepis Kabar Zimbabwe Pakai Yuan untuk Transaksi

Yulida Medistiara - detikNews
Kamis, 19 Nov 2020 12:02 WIB
South Africa National Defense Forces patrol on motorcycles along the newly built fence on the South Africa-Zimbabwe border near the border town of Musina, South Africa, Tuesday June 30, 2020. South Africa built a $2 million fence to deter illegal crossings but it hasnt stopped smugglers.Illegal trade is one of the few businesses to flourish since South Africa imposed sweeping measures at the end of March to try to combat the new coronavirus. (AP Photo/Jerome Delay)
Ilustrasi Perbatasan Afrika Selatan-Zimbabwe (AP/Jerome Delay)
Jakarta -

Dubes RI untuk Zimbabwe, Juniarta Sastrawan, menyebut Dolar Zimbabwe sebagai mata uang resmi negara Zimbabwe yang dipakai untuk melakukan pembayaran di negaranya. Juniarta menegaskan mata uang Yuan dari China tidak dipakai sebagai transaksi jual-beli di Zimbabwe.

"Mata uang Yuan dari RRT tidak dipakai untuk pembayaran transaksi di Zimbabwe. Dolar Zimbabwe adalah mata uang resmi Negara Zimbabwe yang dipakai untuk melakukan pembayaran di se!uruh wilayah Zimbabwe, baik secara tunai maupun elektronik (mobile money)," kata Juniarta dalam keterangan tertulis, Kamis (18/11/2020).

Hal tersebut dia sampaikan menanggapi beredarnya pernyataan tidak benar di media sosial tentang penggunaan mata uang yuan yang dipakai untuk melakukan pembayaran di Zimbabwe. Ia menyebut dolar Zimbabwe memiliki nilai tukar yang semakin stabil terhadap mata uang asing.

"Saat ini mata uang dolar Zimbabwe memiliki nilai tukar yang semakin stabil terhadap mata uang asing dan penggunaannya semakin mendapatkan kepercayaan secara nasional maupun internasional dikarenakan penerapan kebijakan keuangan yang tepat untuk mengatasi krisis di masa pandemi COVID-19," ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah Zimbabwe melakukan upaya untuk memfasilitasi para pelaku bisnis dalam memperolah mata uang asing pada saat krisis ekonomi karena pandemi COVID-19 ini. Pemerintah Zimbabwe, melalui Reserve Bank of Zimbabwe (RBZ), selaku Bank Sentral Zimbabwe, sejak bulan Juni 2020, telah menerapkan kebijakan lelang (auction) dalam melakukan penjualan mata uang asing yang dibeli dengan dolar Zimbabwe.

"Kebijakan lelang forex ini membawa dampak positif dan nilai tukar dolar Zimbabwe terhadap dollar Amerika Serikat (AS) menjadi relatif stabil dimana 1 dolar AS ditukar dengan nilai pada kisaran 80-an dolar Zimbabwe," sambungnya.

Ia menyebut dampak dari stabilnya nilai tukar dolar Zimbabwe, khususnya terhadap dolar AS, tidak hanya memperkuat kedaulatan Dolar Zimbabwe, tetapi juga telah semakin memantapkan langkah pemerintah dan bangsa Zimbabwe dalam mencapai Visi 2030, ketika Zimbabwe akan mencapai status negara dengan penghasilan menengah atas.

"Kepercayaan rakyat Zimbabwe dan masyarakat internasional, khususnya para investors asing, kepada dolar Zimbabwe telah dapat ditumbuhkan. Penggunaan dolar Zimbabwe untuk transaksi secara elektronik melalui platform mobile money di Zimbabwe yang dikenal dengan Ecocash, juga semakin luas," imbuhnya.

Ia menambahkan, dengan meningkatnya kepercayaan terhadap dolar Zimbabwe tersebut, Dubes Juniarta menyampaikan saat ini KBRI Harare juga sedang memfasilitasi pembicaraan rencana kerja sama antara Indonesia dan Zimbabwe untuk revitalisasi pembangunan jaringan kereta api di Zimbabwe yang pendanaannya akan bersumber dari berbagai pihak, baik pada tataran nasional maupun internasional, baik swasta maupun pemerintah. Termasuk rencananya dibiayai oleh pemerintah Zimbabwe sendiri melalui penerbitan obligasi pemerintah Zimbabwe.

(yld/tor)