Pemkab Badung Siap Cairkan Dana Hibah Rp 663 M untuk Hotel & Restoran

Yudistira Imandiar - detikNews
Rabu, 18 Nov 2020 19:31 WIB
Pemkab Badung
Foto: Pemkab Badung
Jakarta -

1.065 hotel dan 365 di Kabupaten Badung, Bali dinyatakan layak menerima dana hibah pariwisata dari pemerintah pusat. Besaran dana hibah tersebut sudah ditentukan dalam petunjuk pelaksanaan.

Dari total anggaran Rp 948 miliar yang diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung, 70% di antaranya atau Rp 663 miliar diberikan kepada pelaku usaha hotel dan restoran. Adapun 30% sisanya digunakan untuk kegiatan Pemkab Badung yang berkaitan dengan aspek keamanan, kebersihan, kesehatan, dan lingkungan.

"Dari Rp. 663 Miliar tersebut, pada tahap pertama ini dana hibah baru cair 50 persen. Untuk hotel pada tahap I dicairkan Rp. 238 Miliar lebih dan untuk restoran Rp. 92 Miliar lebih. Ini segera kita cairkan secara bertahap. Bila pencairan tahap I sudah berjalan 50 persen, dapat diusulkan untuk pencairan tahap kedua kepada pemerintah pusat, " jelas Pjs Pjs Bupati Badung I Ketut Lihadnyana dalam keterangan tertulis, Rabu (18/11/2020).


Ia menerangkan jumlah dana yang diterima oleh masing-masing hotel dan restoran bervariasi, sesuai dengan formula yang telah ditetapkan yakni besaran pajak dari usaha hotel atau restoran dibagi dengan Pajak Hotel dan Restoran (PHR) yang diterima Pemkab Badung, dikalikan dengan pagu dana hibah stimulus pariwisata dari pemerintah pusat.

"Misalnya seseorang yang punya hotel atau restoran membayar pajak Rp 100 juta dan PHR Badung misalnya Rp 1 Miliar sehingga seratus juta dibagi 1 miliar dikalikan pagu dana yang kita dapatkan dari pusat, berarti segitu mereka mendapatkan dana hibah stimulus ini, sehingga penerimanya proporsional," terang Lihadnyana.

Ia menambahkan pemanfaatan dana hibah sudah diatur, yaitu untuk biaya operasional hotel dan restoran. Operasional tersebut meliputi gaji karyawannya, pemeliharaan sarana prasarana di hotel dan restoran tersebut. Dana yang diterima tidak boleh digunakan untuk membayar utang pajak.


Terkait dengan proses penyerahan persyaratan untuk pencairan dana, Lihadnyana mengimbau usaha hotel dan restoran segera melengkapi administrasinya di Kantor Dinas Pariwisata mulai pukul 07.30 Wita sampai pukul 15.30 Wita setiap hari kerja dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Dengan adanya dana hibah pariwisata Lihadnyana mengajak pelaku usaha untuk memanfaatkan dengan sebaik-baiknya sesuai ketentuan yang ditetapkan sehingga upaya pemulihan pariwisata di Kabupaten Badung dapat terlaksana dan ekonomi masyarakat pun bisa kembali bangkit.

(mul/mpr)