Penjualan 6 Senpi dari Filipina ke Papua Barat Digagalkan, 3 Orang Diciduk

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 18 Nov 2020 10:50 WIB
Kapolda Papua Barat Irjen Tornagogo Sihombing mengungkap kasus upaya penjualan senpi dari Filipina (Antara/Toyiban)
Foto: Kapolda Papua Barat Irjen Tornagogo Sihombing mengungkap kasus upaya penjualan senpi dari Filipina (Antara/Toyiban)
Jakarta -

Polda Papua Barat menggagalkan upaya perdagangan senjata api (senpi) ilegal yang dipasok dari Filipina. Tiga orang tersangka diamankan, salah satunya ibu rumah tangga.

"Mereka diamankan secara bertahap pada waktu dan tempat berbeda. Pertama kita amankan SM di Manokwari, lalu dari hasil pengembangan kami mendapat dua pelaku lain yakni SK dan RB," kata Kapolda Papua Barat Irjen Tornagogo Sihombing seperti dilansir Antara, Rabu (18/11/2020).

Ketiga tersangka diamankan tim khusus Tim khusus Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskimum) Polda Papua Barat dalam operasi sejak Selasa (3/11). Dua orang tersangka merupakan warga Manokwari, sementara ibu rumah tangga tersebut diamankan di Sulawesi Utara (Sulut).

Dalam operasi itu, polisi mengamankan barang bukti berupa enam pucuk senpi, 43 butir peluru kaliber 45, serta tiga buah magazin. Tim khusus juga memperoleh barang bukti lain berupa handphone (HP) serta uang ratusan ribu rupiah.

Irjen Tornagogo menjelaskan senpi ilegal itu diselundupkan dari Filipina ke Papua Barat melalui Manado, Sulut. Selain Papua Barat, senpi juga diduga sudah masuk ke Papua melalui Kabupaten Nabire.

"Tersangka RB ini sudah punya jaringan dengan pelaku kejahatan yang ada di Filipina. Melalui Jalur laut, senjata api masuk dari Filipina ke Manado, lalu dari Manado ke Sorong, Manokwari dan Nabire-Papua," bebernya.

Dia mengungkapkan perdagangan senpi jaringan Filipina bukan baru sekali terjadi di Papua Barat. Kasus serupa sudah pernah tertangani sebelumnya dan tersangka sudah divonis di Pengadilan Negeri (PN) Manokwari.

"Ini sudah kesekian kalinya kita tangani. Pada kasus yang sekarang ini bukan senpi rakitan, tapi ini asli buatan pabrik. Kami terus melakukan pendalaman untuk mengungkap tersangka lain yang terlibat dalam jaringan RB," ujarnya.

Polda Papua Barat akan berkoordinasi dengan Polda Sulut untuk mengungkap jaringan penyelundupan senjata api impor tersebut. Koordinasi juga dilakukan dengan Polda Papua untuk mengungkap jaringan distribusi dan perdagangan senpi ilegal di provinsi itu.

"Yang kita perlu cegah, jangan sampai mereka menjadi pemasok senjata bagi kelompok kriminal bersenjata atau KKB di Papua," kata Tornagogo.

(jbr/aud)