Golkar DKI soal Kerumunan HRS: Hukum Tak Boleh Tebang Pilih

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 18 Nov 2020 07:08 WIB
Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI, DKI Basri Baco
Foto: Basri Baco (Dok. Istimewa)

Seperti diketahui, acara kerumunan massa pernikahan Habib Rizieq dan Maulid Nabi itu digelar di Petamburan, Sabtu (14/11) malam. Jemaah tampak tidak menjaga jarak dan beberapa di antaranya tidak menggunakan masker.

Satpol PP DKI Jakarta pun sudah menyambangi kediaman Habib Rizieq, Minggu (15/11). Kedatangan Satpol PP itu untuk menyampaikan surat pemberian denda Rp 50 juta terhadap Habib Rizieq dan FPI. Anies menegaskan pemberian denda itu sudah sesuai aturan yang berlaku.

"Jadi Pemprov DKI Jakarta bekerja berdasarkan peraturan yang ada. Ketika kita mendengar kabar ada sebuah kegiatan, maka secara proaktif mengingatkan tentang ketentuan yang ada," ujar Anies di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (16/11).

Hampir sama dengan acara Habib Rizieq di Petamburan, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo juga sempat mengundang kerumunan di lingkungannya. Kala itu Wasmad menggelar hajatan pernikahan dengan hiburan dangdut yang mengundang kerumunan massa pada 23 September 2020 lalu di lapangan Tegal Selatan. Terlebih banyak warga yang hadir tanpa menggunakan masker dan mengabaikan protokol kesehatan.

Dari kasus dangdutan Wakil Ketua DPRD Kota Tegal itu berbuntut pencopotan Kapolsek Tegal yang kala itu dijabat Kompol Joeharno dan penetapan Wasmad sebagai tersangka.


(maa/aud)