Kemenperin Pilih 40 Pelaku Usaha Pangan Ikut Kegiatan Food Camp

Yudistira Imandiar - detikNews
Selasa, 17 Nov 2020 21:49 WIB
Dirjen IKM, Kemenperin RI Gati Wibawaningsih, Yogyakarta, Senin (31/7/2017).
Foto: Edzan Raharjo
Jakarta -

Kementerian Perindustrian menggelar kegiatan Food Camp dalam rangkaian Indonesia Food Innovation (IFI). Kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan industri kecil menengah (IKM) sektor pangan.

"Food Camp IFI merupakan rangkaian program akselerasi bisnis bagi sektor IKM pangan terpilih yang mempunyai inovasi produk dan/atau proses dan berbahan baku utama sumber daya lokal agar siap menjadi industri pangan yang marketable, profitable, dan sustainable," kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih dalam keterangan tertulis, Selasa (17/11/2020).

Gati menjelaskan IKM pangan menjadi salah satu sektor usaha yang semakin tumbuh dan dinilai kian prospektif, seiring dengan meningkatkan pengusaha yang menjalankan bisnis tersebut, khususnya generasi muda.

"Untuk membantu pengembangan startup di sektor pangan ini agar lebih berdaya saing, mereka perlu mendapat pendampingan oleh para pakar di bidang teknologi maupun bisnis," imbuh Gati.

Food Camp IFI merupakan workshop penajaman ide bisnis IKM pangan untuk dituangkan ke dalam rencana bisnis dan rencana aksi peserta. Dari kegiatan ini, diharapkan pelaku usaha dapat meningkatkan kemampuan berbisnis.

"Food Camp IFI yang dilaksanakan pada 19 Oktober - 25 November 2020 ini merupakan tahapan yang dilaksanakan untuk meningkatkan kapabilitas, baik dari aspek teknis maupun bisnis, menuju IKM pangan modern. Para IKM ini akan dibina secara intensif dengan para pakar dan praktisi bidang pangan yang siap memandu serta membawa para pelaku IKM binaan tersebut untuk naik kelas," papar Gati.

Peserta Food Camp IFI telah melewati proses kurasi panjang. Tercatat, jumlah pendaftar pada website IFI mencapai 2.048 orang, sedangkan yang melengkapi dokumen administrasi sebanyak 780 orang.

"Lalu, terdapat 142 pendaftar lolos kurasi administrasi dan setelah dilakukan kurasi inovasi, terpilih 84 pendaftar," urai Gati.

Pada tahap berikutnya dilakukan kurasi bisnis yang menghasilkan 40 pelaku IKM terpilih untuk menjadi peserta Food Camp IFI.

"Para peserta ini berasal dari berbagai daerah, di antaranya Aceh, Kalimantan, Sulawesi, Lombok dan sebagian besar berasal dari Pulau Jawa," sebut Gati.

40 IKM yang terpilih sebagai peserta Food Camp IFI terbagi menjadi dua kategori produk, yaitu produk antara (intermediate product) sebanyak 10 peserta, dan produk pangan akhir (end product) yang terdiri dari 30 peserta.

Peserta kategori intermediate product adalah IKM pangan yang menghasilkan produk antara sebagai bagian rantai suplai industri pangan. Sementara itu, peserta kategori end product merupakan IKM pangan yang menghasilkan produk olahan pangan untuk kebutuhan konsumen akhir.

"Agar para peserta bisa menjadi IKM pangan yang mandiri, kreatif dan inovatif, dua tema utama pembelajaran akan dibagikan kepada peserta Food Camp IFI, yaitu tema Food Business Creation dan Food Business Process Improvement," imbuh Gati.

Dalam tema Food Business Creation, peserta diberikan materi mengenai industri dan ekosistem bisnis pangan, teknologi dan inovasi pangan, serta strategi bisnis pangan. Sedangkan, pada tema Food Business Process Improvement, peserta akan diberikan gambaran mengenai manajemen keuangan, pemasaran, branding, operasi, serta materi mengenai peraturan keamanan pangan.

"Ke depannya, kegiatan Food Camp IFI ini diharapkan dapat terus berlanjut menjadi sebuah pendampingan berkesinambungan sehingga dapat membangun jejaring dalam meningkatkan akses permodalan dan finansial serta mempertemukan potensial buyers," pungkas Gati.

(akn/ega)