Pengusul Klaim RUU Minuman Beralkohol soal Moral, Bukan Agama

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Selasa, 17 Nov 2020 17:53 WIB
Rapat Baleg DPR RI soal RUU Minuman Beralkohol (Rahel Narda Chaterine/detikcom).
Rapat Baleg DPR RI soal RUU Minuman Beralkohol (Rahel Narda Chaterine/detikcom)

Romo Syafii menyebut RUU itu tetap memungkinkan eksistensi minuman alkohol namun sejumlah pengecualian tertentu.

"Karena ini bukan berarti dinol kan. Undang-undang ini kan bukan berarti sama sekali tidak boleh. Ada daerah-daerah destinasi wisata dengan ketentuan tertentu, dia boleh menjual. Ada restoran-restoran dengan kualitas tertentu diperkenankan menjual. Hotel-hotel berbintang dengan kualitas tertentu boleh menjual. Saya kira ini memberi kejelasan gitu loh," ujarnya.

Diketahui, RUU Larangan Minol telah kembali dibahas di Baleg DPR RI sejak minggu lalu. RUU Minol sendiri diusulkan oleh 18 anggota Fraksi PPP, 2 anggota Fraksi PKS, dan 1 anggota Fraksi Gerindra.

Namun, dalam prosesnya, RUU itu menuai sejumlah polemik di masyarakat. Salah satu yang menjadi sorotan adalah perihal sanksi denda dan pidana bagi peminum minuman beralkohol.

Halaman

(hel/gbr)