Sugiyem Disiksa Majikan Umi Kalsum di Singapura, BP2MI Kawal Kasusnya

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 15 Nov 2020 20:53 WIB
Kepala BP2MI Benny Rhamdani
Benny Rhamdani (Foto: dok. BP2MI)
Jakarta -

Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani menyambangi kediaman Sugiyem di Kecamatan Sukolilo, Pati, Jawa Tengah. Sugiyem adalah seorang pekerja migran Indonesia (PMI) yang mengalami kekerasan fisik oleh majikannya di Singapura.

Saat menemui Sugiyem pada Sabtu (14/11) malam, Benny berjanji pemerintah akan memfasilitasi perawatan Sugiyem hingga sembuh. Pada momen itu tampak Benny bersimpuh dan menitikkan air mata.

"Atas nama pemerintah, saya minta maaf atas kejadian yang Ibu alami. Saya meminta izin kepada Ibu untuk merujuk Ibu ke rumah sakit hingga Ibu sembuh," ucap Benny kepada Sugiyem seperti dalam keterangan yang diterima detikcom, Minggu (15/11/2020).

Benny memastikan bahwa proses hukum kepada majikan Sugiyem harus ditegakkan. Dia berharap majikan Sugiyem mendapatkan hukuman dari pemerintah Singapura.

Penyiksaan yang dialami Sugiyem telah dilaporkan UPT BP2MI Semarang kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura. KBRI Singapura telah mengetahui alamat majikan Sugiyem dan melaporkan peristiwa ini ke Kementerian Luar Negeri Singapura, Kementerian Ketenagakerjaan Singapura, dan Kepolisian Singapura.

Sementara itu, UPT BP2MI Semarang telah membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan video BAP pada 4-5 November 2020 lalu. Seluruh proses hukum yang dilakukan di dalam negeri telah dikirim ke Singapura.

Benny memastikan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan KBRI Singapura untuk menjamin penegakan hukum bagi Sugiyem. Dia menyebut peristiwa yang dialami Sugiyem ini adalah menyangkut harga diri bangsa.

"Ini sudah menyangkut harga diri negara. Saya tidak rela jika ada tindakan tidak menyenangkan, apalagi penganiayaan dan kekerasan fisik yang menimpa Pekerja Migran Indonesia. Saya akan mengawal seluruh proses penanganan kasus Bu Sugiyem," tegasnya.

Simak kisah Sugiyem yang merantau ke Singapura.

Selanjutnya
Halaman
1 2