Teken Perjanjian RCEP, Jokowi: Tandai Komitmen Kerja Sama Antarnegara

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 15 Nov 2020 13:58 WIB
Presiden Jokowi
Foto: Presiden Jokowi (Dok: BPMI Setpres)
Bogor -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menandatangani perjanjian Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) hari ini. Jokowi menilai penandatanganan perjanjian RCEP merupakan bentuk kuatnya komitmen kerja sama antarnegara anggota RCEP.

"Hari ini merupakan hari yang bersejarah. Hari ini kita menandatangani Perjanjian Regional Comprehensive Economic Partnership atau RCEP," ujar Jokowi saat berpidato di KTT ke-4 RCEP, Minggu (15/11/2020), seperti dalam keterangan tertulis Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden.

"Penandatanganan ini menandai masih kuatnya komitmen kita terhadap multilateralisme," imbuhnya.

Jokowi menghadiri KTT ke-4 RCEP secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Dalam prosesi penandatanganan perjanjian RCEP, Jokowi didampingi Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Tercapainya perundingan RCEP tersebut juga menandai komitmen negara-negara terhadap prinsip perdagangan multilateral yang terbuka, adil, dan menguntungkan semua pihak. Lebih penting lagi, penandatanganan perjanjian RCEP juga memberikan harapan dan optimisme baru bagi pemulihan ekonomi pascapandemi di kawasan.

Dalam KTT tersebut, negara-negara RCEP menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Indonesia selama proses perundingan. Kepala Negara dalam kesempatan tersebut sekaligus menyampaikan ucapan terima kasihnya atas dukungan konstruktif banyak pihak yang terlibat dalam perundingan ini.

"Sebuah kehormatan bagi Indonesia menjadi negara koordinator dalam proses panjang ini. Dalam kesempatan ini, saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan atas dukungan dan kontribusi konstruktif semua negara tanpa terkecuali dalam proses perundingan ini," tutur Jokowi.

RCEP merupakan simbol komitmen pemimpin negara di kawasan terhadap paradigma win-win yang mengutamakan kepentingan bersama. Komitmen atas perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan di kawasan tersebut akan menjadi bagian penting bagi komitmen kawasan terhadap sentralitas ASEAN di kawasan Indo-Pasifik.

Namun, Presiden Jokowi justru menyebut bahwa penandatanganan perjanjian kerja sama ini hanyalah sebuah permulaan. Setelahnya, negara-negara yang terlibat masih harus berupaya untuk mengimplementasikan.

"Ini juga membutuhkan komitmen politik pada tingkat tertinggi. Bagi Indonesia, kami masih membuka peluang negara di kawasan untuk bergabung dalam RCEP ini," tandasnya.

Di akhir KTT, acara kemudian berlanjut dengan upacara penandatanganan RCEP yang disaksikan masing-masing pemimpin ASEAN dan negara mitra yaitu Australia, Selandia Baru, Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.

Tonton juga 'Presiden Jokowi Dorong Percepatan Ekonomi ASEAN-Jepang':

[Gambas:Video 20detik]