Hindari Ada Korban, Badan Geologi ESDM Monitoring Aktivitas Sinabung

Inkana Putri - detikNews
Sabtu, 14 Nov 2020 21:25 WIB
Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Eko Budi Lelono monitoring Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung sebagai bentuk kesiapan penanganan mitigasi kegunungapian.
Foto: Kementerian ESDM
Jakarta -

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Eko Budi Lelono melakukan monitoring ke Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung sebagai bentuk kesiapan penanganan mitigasi kegunungapian.

Kegiatan monitoring rutin ini dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan pos pengamatan, baik dari sisi peralatan yang dimiliki dan kesiapan sumber daya manusia untuk bergantian memantau aktivitas Sinabung.

"Koordinasi dengan pihak terkait, baik BPBD maupun dari pemda setempat harus selalu dilakukan. Masyarakat juga diimbau untuk selalu mengikuti arahan dari para petugas Pos Pengamatan Gunungapi ini, yang pada intinya guna menghindari korban dalam peristiwa kebencanaan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/11/2020).

Hal ini ia sampaikan dalam kunjungannya ke Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung di Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Selasa (10/11).

Sebagaimana diketahui, sejak 20 Mei 2019 status Gunung Sinabung menjadi level III (Siaga). Oleh karena itu, pada monitoring tersebut, Eko juga menyaksikan secara visual aktivitas Sinabung dari layar monitor di ruang pemantauan.

Dalam hal ini, Eko dibantu oleh Tim Tanggap Darurat dan Pengamat Gunung Sinabung, yang memberikan penjelasan terkait aktivitas harian Sinabung.

"Meskipun sesekali masih terjadi guguran awan panas akibat bagian kubah lava yang runtuh karena tidak stabil, namun secara keseluruhan kondisi Gunung Sinabung saat ini masih dalam kondisi aman," papar Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG Hendra Gunawan.

Hendra mengimbau masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi. Ia juga meminta masyarakat menghindari lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur dan 4 km untuk sektor timur-utara.

(akn/ega)