DPR Bahas RUU Larangan Minuman Beralkohol, Ketum PGI Geleng-geleng Kepala

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Sabtu, 14 Nov 2020 06:38 WIB
Sekretaris Umum (Sekum) Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Gomar Gultom
Foto: Gomar Gultom (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) tak habis pikir dengan adanya pembahasan RUU Larangan Minuman Beralkohol di DPR RI. PGI menilai yang dibutuhkan soal minuman beralkohol adalah pengendalian dan pengawasan.

"Saya geleng-geleng kepala terhadap pembahasan RUU Larangan Minuman Beralkohol di DPR RI saat ini. Pada 2016 lalu, PGI telah menyampaikan pandangan mengenai hal ini melalui RDPU DPR-RI," kata Ketum PGI, Pdt Gomar Gultom kepada wartawan, Jumat (13/11/2020).

Menurut Gomar, saat ini justru ada sejumlah RUU di DPR yang lebih perlu dibahas. Namun, pembahasan RUU tersebut mandek hingga diabaikan.

"Begitu banyak desakan dari masyarakat yang meminta agar DPR memprioritaskan pembahasan RUU PMHA, RUU PKS dan RUU PPRT, malah diabaikan. Padahal RUU ini sangat mendesak karena menyangkut masalah-masalah struktural yang sulit diselesaikan tanpa kehadiran sebuah regulasi yang berwibawa," ujarnya.

Gomar juga menyoroti pendekatan yang dilakukan dalam pembahasan RUU Larangan Minuman Beralkohol. Selain itu, dia juga menyinggung soal dibukanya 'keran' minuman beralkohol di salah negara di Timur Tengah.

"Saya melihat pendekatan dalam RUU LMB ini sangat infantil, apa-apa dan sedikit-sedikit dilarang. Kapan kita mau dewasa dan bertanggung-jawab? Di saat negara Arab seperti UEA yang kini membebaskan minuman keras, kita malah hendak mengeluarkan regulasi yang melarang minuman beralkohol," ucap Gomar.

Tonton video 'Anggota F-PKB DPR Soal RUU Larangan Minuman Beralkohol: Belum Urgen':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2