Tersangka Kasus Pemerkosaan Bocah Perempuan di Buleleng Jadi 11 Orang

Angga Riza - detikNews
Jumat, 13 Nov 2020 17:44 WIB
Ilustrasi Pencabulan Anak. Andhika Akbarayansyah/detikcom.
Foto: Ilustrasi pencabulan anak (Andhika Akbarayansyah/detikcom)
Buleleng -

Bocah perempuan berusia 12 tahun di Buleleng, Bali jadi korban pemerkosaan. Total ada 11 orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu I Gede Sumarjaya mengatakan satu pelaku yang ditangkap ini merupakan pelaku yang melakukan aksi bejatnya di gubuk. Pelaku berinisial KCY (18).

"Tersangka mengajak korban ke sebuah gubuk yang berada di dalam perkebunan yang beralamat di Banjar Dinas Pendem, Desa Alasangker, Kab Buleleng. Kemudian mengajak korban melakukan persetubuhan," kata Sumarjaya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/11/2020).

Pelaku diamankan Rabu, (11/11) di rumahnya. Saat ini pelaku telah mendekam di sel tahanan Polres Buleleng.

"Tersangka diambil dirumahnya tanggal 11 November 2020 dan sudah diamankan di Polres Buleleng sejak tanggal 12 November 2020," jelas Sumarjaya.

Sebelumnya diberitakan, bocah perempuan di Buleleng, Bali disetubuhi secara bergilir oleh 10 orang. Sebanyak 3 pelaku telah ditahan polisi.

Aksi bejat ini terungkap berdasarkan hasil pemeriksaan polisi. Berawal dari peristiwa motor korban kehabisan bensin di depan salah satu minimarket di Panarukan pada Minggu (11/10).

"Korban yang motornya kehabisan bensin di depan Indomaret Jalan Setiabudi, Penarukan, meminta tolong pacarnya, DK, untuk membelikan bensin. Namun oleh pelaku, korban diajak ke rumah ACT dan korban disuruh tinggal di rumahnya ACT," kata Kapolres Buleleng AKBP I Made Sinar Subawa melalui keterangan tertulis, Jumat (30/10).

Pada malam harinya, korban dipaksa oleh pacarnya untuk berhubungan badan. Dua teman pacar korban, BRT dan RB juga ikut menyetubuhi korban.

Ternyata, korban tidak hanya digilir oleh DK, BRT dan RD. Ada 7 orang lagi yang juga menyetubuhi korban. Sebanyak 10 pelaku kemudian berhasil diamankan.

"Bukti yang cukup didukung dengan adanya visum yang ditemukan pada korban mengalami robekan lama selaput dara, dan juga berdasarkan saksi korban serta saksi fakta lainnya sebanyak 4 saksi fakta yang saling mendukung, bahwa benar terhadap terduga pelaku RD, BR, AT, WW, PK, DK, AR, JL, TN dan ES dapat disangka telah melakukan tindak pidana," papar Made.

Dari 10 pelaku, hanya 3 orang yang ditahan, yakni RD, BT dan WW. Sebab, 7 pelaku lainnya masih di bawah umur.

(aud/aud)