Begini Awal Warga Depok Kena Corona hingga Akses ke Rumah Ditutup Warga

Farih Maulana Sidik - detikNews
Jumat, 13 Nov 2020 15:59 WIB
Akses ke rumah pasien Corona di Depok sudah dibuka lagi setelah sempat ditutup warga.
Akses ke rumah pasien Corona di Depok sudah dibuka lagi setelah sempat ditutup warga. (Farih Maulana/detikcom)

Surat itu baru diterima I pada pagi tadi. Pada Rabu (11/11) siang, Su keluar rumah untuk pertama kalinya usai menjalani isolasi sekadar membeli rokok. Warga yang tak tahu bahwa Sa telah dinyatakan sehat oleh pihak puskesmas setempat.

Meskipun tetap memakai masker dan menjaga jarak, warga khawatir Sa dapat menyebarkan virus. Jadi warga menutup akses jalan ke rumah keluarga Sa.

Tetapi kemudian, tiba-tiba tersiar kabar bahwa seluruh keluarganya diisolasi. Tanpa konfirmasi terlebih dahulu, warga menutup akses jalan ke rumahnya sejak Rabu (11/11).

"Iya jadi pas hari ke-15... ini yang diisolasi ayah saya dan ibu saya, yang beredar seolah-olah sekeluarga kami yang diisolasi. Tiba-tiba tanpa konfirmasi dilakukan blokade di sekitar rumah, dibilangnya karena supaya anak-anak tidak tertular," tuturnya.

"Yang kami tanyakan kenapa pada saat kami sudah menginformasikan ada yang positif di sini tidak melakukan blokade? Kalau memang mereka berniat untuk melindungi anak-anak, kenapa baru setelah 15 hari isolasi? Padahal itu tinggal menunggu surat ini (surat pernyataan sehat dari puskesmas)," sambungnya.

I menyayangkan tindakan warga tersebut. Ia kemudian meluapkan curahan hatinya itu di media sosial hingga akhirnya viral, pada Rabu (11/11). Namun pada Kamis (12/11) akses jalan ke rumahnya itu sudah dibuka kembali.

Seperti diketahui, akses jalan ke rumah pasien Corona di Pancoranmas, Depok, diblokade warga. Terlihat pada foto yang beredar, jalan gang dengan lebar sekitar 2 meter diblokade.

Terlihat tumpukan seng hingga meja menghalangi jalan sepenuhnya hingga tidak bisa dilintasi oleh pejalan kaki. Selain itu, akses jalan lainnya dihalangi dengan meja bertumpuk.

Berdasarkan caption media sosial itu, kejadian blokade tersebut sudah berlangsung selama 2 minggu. Keluarga itu disebut diblokade warga lantaran terkonfirmasi positif Corona dengan status orang tanpa gejala (OTG).


(fas/mea)