Komisioner KPAI Soroti Domestifikasi Perempuan di RUU Ketahanan Keluarga

Isal Mawardi - detikNews
Jumat, 13 Nov 2020 08:42 WIB
Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti bersama Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Pendidikan Kreatifitas dan Budaya, Kementrian PPPA, Evi Hendrani memberi pernyataan pers terkait Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA di gedung KPAI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (17/4/2018). KPAI menilai  terjadi malpraktik dalam dunia pendidikan karena soal yang diujikan tidak pernah diajarkan sebelumnya dalam kurikulum sekolah.
Komisioner KPAI Retno Listyarti (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketahanan Keluarga akan dibahas dalam rapat paripurna DPR. Komisioner KPAI Retno Listyarti menyoroti soal pembagian peran ayah dan ibu dalam RUU Ketahanan Keluarga itu.

"Merawat dan membesarkan anak-anak adalah tanggung jawab ayah dan ibu, namun dalam RUU Ketahanan Keluarga, seolah tugas dan peran ibu/istri," kata Retno kepada wartawan, Kamis (12/11/2020).

Ia menjelaskan dalam Pasal 25 ayat 3 disebutkan peran istri yakni mengatur urusan rumah tangga, menjaga keutuhan keluarga, serta memperlakukan suami dan anak secara baik serta memenuhi hak-hak suami dan anak sesuai norma agama dan etika sosial.

"Aturan tersebut malah meneguhkan kembali domestifikasi perempuan serta stereotipe peran istri dan peran suami," kata Retno.

Menurutnya, RUU Ketahanan Keluarga harus mampu memaksimalkan kontribusi ayah dan ibu secara seimbang dalam membesarkan anak-anaknya. Peran kedua orang tua, kata Retno, harus didorong untuk memberikan kasih sayang secara bijak dan proporsional kepada anak-anaknya.

"Sehingga akan berdampak positif pada tumbuh kembang anak-anaknya," tutur Retno.

Retno menjelaskan ada empat dampak positif tersalurkannya kasih sayang orang tua bagi perkembangan anak, di antaranya meningkatkan kinerja otak, lebih sehat saat berusia emas, anak akan memberikan timbal balik positif kepada orang tuanya, dan anak akan lebih terbuka dengan orang tua.

"Kebiasaan kasih sayang, perhatian yang diterapkan oleh ayah dan bunda juga akan membuat anak lebih dekat dengan orang tua. Anak akan lebih terbuka dan akan menceritakan kejadian-kejadian yang selama ini mereka alami, mulai yang menyenangkan maupun tidak menyenangkan," imbuh Retno.

Sebelumnya, Ketua Tim Ahli Baleg DPR untuk RUU Ketahanan Keluarga, Barus, menyampaikan hasil kajian dalam rapat di Baleg DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/11/2020). Barus menyebutkan RUU Ketahanan Keluarga telah memenuhi syarat formil untuk diajukan sebagai undang-undang.

"RUU tentang Ketahanan Keluarga setelah kami pelajari telah memenuhi syarat formil untuk diajukan, karena RUU tersebut termasuk dalam Prolegnas RUU prioritas 2020 nomor urut 35 dan telah disertai dengan naskah akademik," kata Barus.

Baleg DPR selanjutnya melakukan kajian RUU Ketahanan Keluarga meliputi aspek teknis, substantif, dan asas-asas pembentukan peraturan perundang-undangan. Kajian dilakukan pada konsideran serta penjelasan pasal-pasal yang ada dalam RUU maupun antar-RUU dengan berbagai peraturan perundang-undangan yang ada.

RUU ini mendapatkan kritik keras dari berbagai pihak. Simak di halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2