Pemerintah Targetkan Beri 60 Juta Penduduk Vaksin COVID-19 Gratis

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 12 Nov 2020 15:34 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy
Muhadjir Effendy (Dok Kemenko PMK)
Jakarta -

Pemerintah memasang target jumlah penduduk yang akan divaksinasi virus Corona (COVID-19) secara gratis. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut ada puluhan juta penduduk yang divaksinasi gratis.

"Rapat kemarin menetapkan bahwa yang betul-betul, jadi target diberi vaksin gratis itu sekitar 60 juta," kata Muhadjir di Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis (12/11/2020).

Namun, tidak semua masyarakat wajib divaksinasi. Sementara ini, vaksin COVID-19 akan diprioritaskan untuk tenaga kesehatan (nakes) yang kerap kontak langsung dengan pasien Corona.

"Tidak harus semuanya. Karena itu jangan membayangkan kalau nanti ada sekian ratus ribu nggak kena terus meledak. Nanti masih terus didalami," sebutnya.

"Tapi yang jelas nanti yang diutamakan tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan pun yang memang betul-betul kontak langsung dengan pasien," lanjutnya.

Merujuk ketentuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), herd immunity atau kekebalan kelompok bisa dicapai jika 70 persen penduduk kebal dari virus. Menurut Muhadjir, pemerintah perlu menentukan wilayah mana yang harus diutamakan mendapat vaksin.

"Tapi untuk Indonesia kan tidak seluruh wilayah dinyatakan merah. Artinya, tidak semuanya terpapar. Nanti akan dipelajari, terutama oleh Kemenkes, berapa sih kelayakan Indonesia dan wilayah mana yg harus diperhatikan," ujarnya.

Seperti diketahui, guna menekan kasus COVID-19 di Indonesia, pemerintah terus berupaya menghadirkan vaksin COVID-19. Adapun saat ini, vaksin COVID-19 masih dalam tahap uji klinis fase ketiga.

Meskipun telah mengalami berbagai fase uji klinis, sebagian masyarakat nampaknya masih meragukan keamanan vaksin. Terkait hal ini, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito meyakinkan vaksin COVID-19 akan aman digunakan manusia.

Ia mengatakan vaksin merupakan virus yang dilemahkan dan pada prinsipnya vaksin tidak berbahaya. Vaksin yang masuk ke dalam tubuh manusia nantinya menstimulasi imunitas tubuh sehingga akan melindungi diri sendiri dan orang lain.

(zak/zak)