Habib Rizieq Siap Rekonsiliasi, PKB: Kalau Hati Curiga Nggak Ada Guna

Rolan - detikNews
Kamis, 12 Nov 2020 10:37 WIB
Faisol Riza
Faisol Riza (Erlangga/dpr.go.id)
Jakarta -

Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab mengaku siap rekonsiliasi dengan pemerintah asalkan menghentikan kriminalisasi ulama. PKB menilai ruang diskusi dengan pemerintah tak perlu menggunakan syarat.

"Dialog saja, nggak usah pakai syarat-syarat apa pun. Dialog itu membawa suasana hati trust satu sama lain," kata Ketua DPP PKB Faisol Riza kepada wartawan, Kamis (12/11/2020).

Menurut Faisol, tak perlu Habib Rizieq memaksakan adanya rekonsiliasi bila masih ada kecurigaan terhadap pemerintah. Jika curiga, rekonsiliasi dinilai tak akan memberi dampak apa-apa.

"Kalau belum bisa karena ada curiga, ya jangan sekarang dialognya, tunggu sampai mulai tumbuh rasa percaya. Nggak ada gunanya dialog kalau hati masih muncul curiga. Yang penting sekarang HRS sudah di Tanah Air," ujarnya.

Selain itu, Faisol menilai tak ada permasalahan serius untuk menyelenggarakan rekonsiliasi. Namun Faisol menyerahkan sepenuhnya ke pemerintah.

"Saya tidak melihat ada masalah yang demikian serius sehingga harus ada rekonsiliasi. Kalau pemerintah merasa ada masalah, ya silakan saja mau rekonsiliasi atau nggak," ucapnya.

Pimpinan Komisi VI DPR RI ini justru mendorong Habib Rizieq terlibat dalam penanganan pandemi virus Corona (COVID-19). Perbedaan pandangan politik Habib Rizieq dengan pemerintah lebih baik ditinggal terlebih dahulu.

"Tapi saran saya kepada HRS, sebaiknya membantu bangsa ini menghadapi COVID-19 agar bisa bangkit kembali. Letakkan dulu masalah-masalah politik yang pernah ada, ayo bersama-sama dengan elemen masyarakat lain memerangi COVID-19," imbuhnya.

Sebelumnya, Habib Rizieq Syihab bersedia untuk rekonsiliasi. Namun dia meminta pemerintah menyetop kriminalisasi ulama sebelum rekonsiliasi.

"Ada teriak-teriak rekonsiliasi, mana mungkin rekonsiliasi bisa digelar kalau pintu dialog tidak dibuka. Buka dulu pintu dialognya, baru rekonsiliasi. Tak ada rekonsiliasi tanpa dialog, dialog penting," kata Rizieq seperti disiarkan kanal YouTube Front TV, Rabu (11/11).

Selanjutnya
Halaman
1 2