MA Minta Hakim Jaga Etika, Jangan Mabuk-mabukan dan Arogan

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 11 Nov 2020 12:57 WIB
Juru Bicara Mahkamah Agung (MA) Andi Samsan Nganro memberikan keterangan pers terkait putusan PK Baiq Nuril. Apa saja yang dibahas?
Andi Samsan (Agung Pambudhy/detikcom)

Ada juga laporan ketua pengadilan tidak melaksanakan tugas eksekusi. Padahal, pemohon sudah mengajukan permohonan eksekusi berkali-kali. Alasannya, ketua pengadilan sedang kuliah S2 atau S3 di kota lain.

"Ini kan pengabaian tugas sebagai ketua pengadilan. Untuk izin tugas belajar, S2, S3 silakan. Tapi jangan mengabaikan tugas pokok," terang Andi.

Ada juga laporan pengaduan seorang ketua pengadilan bersifat arogan. Seperti marah-marah bertemu masyarakat dan berteriak 'apa kamu tidak kenal saya?!'.

"Padahal sudah diatur hakim itu harus rendah hati," ucap Andi.

Andi mengingatkan jabatan hakim adalah jabatan publik. Oleh sebab itu, dalam diri hakim melekat hak publik sehingga setiap perilakunya selalu menjadi perhatian masyarakat.

"Banyak yang menyorot, karena jabatan publik yang melekat pada kita. Mari kita jaga nama baik kita. Ada laporan hakim mabok-mabok, masuk ke tempat kurang pantas, jadi ya wajar saja (disorot)," beber Andi.

Adapun Ketua MA bidang Agama Arman Suadi meminta hakim banyak bersyukur. Sebab, kesejahteraan hakim saat ini sudah jauh lebih baik daripada dulu. Ia mencontohkan dulu tidak ada uang untuk sewa tempat tinggal, saat ini sudah ada anggaran.

"Harus banyak bersyukur," kata Arman.


(asp/ibh)
googletag.defineOutOfPageSlot('/4905536/detik_desktop/news/newstag', 'div-gpt-ad-1565706950874-0').addService(googletag.pubads());