Hari Pahlawan, Kemensos Salurkan Tunjangan bagi Perintis Kemerdekaan

Inkana Putri - detikNews
Rabu, 11 Nov 2020 11:32 WIB
Di Hari Pahlawan, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Hartono Laras menghadiri anjangsana dan bakti sosial kepahlawanan ke salah satu perintis kemerdekaan.
Foto: Dok. Kemensos
Jakarta -

Di momen Hari Pahlawan, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Hartono Laras menghadiri anjangsana dan bakti sosial kepahlawanan ke salah satu perintis kemerdekaan, KRMH Soerjo Wirjohadipoetro. njangsana merupakan silaturahmi serta bentuk perhatian nyata, penghormatan dan penghargaan terhadap para pejuang dan perintis kemerdekaan.

"Hari ini kami melakukan silaturahmi ke rumah salah seorang perintis kemerdekaan yang tadi sudah kita saksikan bersama usianya sudah 103 bahkan 104 tahun," ujar Hartono dalam keterangan tertulis, Rabu (11/11/2020).

Saat mengunjungi kediaman KRMH Soerjo Wirjohadipoetro di Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Selasa (10/11) itu, Hartono menyampaikan banyak pelajaran berharga yang didapat dari para pejuang bagi generasi saat ini untuk mengisi kemerdekaan. Oleh karena itu, ia berharap bangsa Indonesia bisa mengenang, menghargai, serta menanamkan nilai-nilai semangat kepahlawanan sepanjang masa bukan hanya setiap 10 November saja.

"Jadi kita tidak hanya berhenti di 10 November, kita akan terus kita transformasi karena tugas-tugas kita berat sekali. Kita masih menghadapi pandemi COVID, memulihkan ekonomi, kemudian meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Maka, tema dari hari pahlawan ini sangat tepat 'Pahlawanku Sepanjang Masa'," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Hartono juga menyerahkan cinderamata tali asih kepada Soerjo Wirjohadipoetro.

"Sebenarnya tali asih ini secara khusus diberikan di hari pahlawan, namun negara juga setiap tahun setiap bulan juga memberikan tunjangan penghargaan kepada perintis kemerdekaan dan juga keluarga pahlawan nasional," jelasnya.

Menurutnya, hal ini merupakan pemaknaan Hari Pahlawan yang bukan hanya seremonial, tapi juga wujud konkret bentuk perhatian dan penghormatan.

Lebih lanjut ia menjelaskan di tahun 2020, Pemerintah melalui Kementerian Sosial memberikan tunjangan kehormatan kepada 587 orang yang telah berjasa besar memperjuangkan kemerdekaan, termasuk para keluarga pahlawan nasional. Sesuai peraturan, Kementerian Sosial memberikan tunjangan kehormatan dan bantuan kepada mereka yang dinilai memiliki kontribusi besar terhadap kemerdekaan bangsa Indonesia.

"Tunjangan sebagai bentuk penghargaan negara atas jasa dan pengorbanan mereka kepada nusa dan bangsa. Terutama para Perintis Kemerdekaan atau jandanya maupun keluarga/warakawuri pahlawan nasional," katanya.

Terdapat total 587 orang penerima tunjangan dengan rincian sebesar Rp 50 juta per tahun kepada 90 orang warakawuri/keluarga pahlawan nasional. Kemudian sebesar Rp 8.692.000 per tahun untuk 56 orang perintis kemerdekaan.

Terakhir, sebesar Rp 2 juta per tahun kepada 441 orang janda perintis kemerdekaan, di samping tunjangan yang diberikan negara melalui Taspen.

"Masih banyak keluarga perintis kemerdekaan dan keluarga pahlawan yang tentu terus mendapatkan perhatian dari Pemerintah, terutama dalam peningkatan kesejahteraan dan bentuk perhatian," paparnya.

Sementara itu, Dirjen Pemberdayaan Sosial Edi Suharto melakukan anjangsana sekaligus menyerahkan bantuan kepada perintis kemerdekaan lainnya, yakni Wimo Sumanto.

"Ini ada sedikit bingkisan sembako, tali asih, kursi roda untuk Bapak. Mohon diterima dan semoga bermanfaat ya pak," katanya.

Edi mengatakan bantuan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Sosial dengan beberapa mitra kerja, seperti Perum BULOG, Alfamart, YSKI, MNC Peduli, dan Conoco Philip.

Dalam kunjungan tersebut, Wimo terlihat bahagia dan antusias bercerita tentang perjuangannya bersama rekan-rekan veteran dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

"Saya terima kasih sekali Bapak Dirjen bisa hadir di sini, selama ini juga sudah memperhatikan saya," kata Wimo.

Di sisi lain, Koordinator Aliansi Mahasiswa dan Milenial Indonesia Nurkhasanah mengapresiasi program kemanusiaan yang dilakukan Kemensos. Menurutnya, hal ini merupakan wujud perhatian langsung kepada para perintis kemerdekaan.

"Ini bukan sekedar mentransfer uang tapi menunjukkan perhatian langsung dan hadir. Mensos Juliari Batubara sampai mengutus Sekjennya untuk langsung memberi perhatian. Ini benar benar contoh bagi kami para milenial bagaimana menghargai para tokoh pejuang bangsa ini," ungkapnya.

985 Paket Sembako untuk UMKM

Di kesempatan berbeda, Ditjen Perlindungan dan Jaminan Sosial menyalurkan 985 paket sembako kepada Usaha Kecil Menengah (UKM)/Industri Kecil Menengah (IKM) beserta para pekerja Perkampungan Industri Kecil (PIK) Pulogadung.

Selain itu, Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemensos, Grace Batubara menyalurkan bantuan secara simbolis kepada 5 perwakilan RW 10 di Unit Pengelola Kawasan Pusat Pengembangan UMKM serta Pemukiman (UPK PPUMKMP) di Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Grace menyampaikan paket sembako yang disalurkan kepada 9 RT di RW 10 PIK Pulogadung bertujuan untuk meringankan beban yang dipikul pelaku industri kecil dan menengah akibat pandemi.

"Kita pandemi belum selesai, sementara UMKM sudah sangat terdampak. Keadaan menjadi lebih sulit ditambah dengan adanya PSBB," katanya.

Ia juga mengatakan pemerintah pusat, khususnya Presiden RI Joko Widodo tentu tidak menutup mata terhadap situasi ini. Mengingat telah banyak anggaran yang digelontorkan untuk memulihkan ekonomi nasional.

Sebagai informasi, di momen Hari Pahlawan Kemensos melakukan anjangsana di beberapa rumah keluarga pahlawan antara lain di kediaman KRMH Soerjo Wirjohadipoetro, janda pahlawan nasional Idham Chalid (Siti Rokayah), Wimo Sumanto, dan Nordjin Pandjer.

(akn/ega)