Soal Karantina 14 Hari Habib Rizieq, Satgas COVID-19 DKI Wajib Pantau

Danu Damarjati - detikNews
Rabu, 11 Nov 2020 06:24 WIB
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito
Jubir Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito (Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Soal urusan ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, menyerahkannya kepada Satgas COVID-19 Pusat. Riza memperkirakan pemerintah pusat sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Arab Saudi mengenai kondisi kesehatan Rizieq.

"Terkait perlu-tidaknya diisolasi itu nanti menjadi tugas dari Satgas Pusat, Gugus Pusat yang saya kira sudah berkoordinasi dengan pemerintah Arab Saudi dengan Habib Rizieq dengan keluarga, bagaimana penanganannya, apakah yang bersangkutan ketika berangkat dari sana sudah melakukan swab PCR, kemudian apakah sudah melaksanakan protokol COVID-19 di sana," tutur Rizadi Balai Kota Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Selasa (10/11) kemarin.

Sebelumnya, Ketua PA 212 Slamet Maarif meminta isu karantna atau isolasi mandiri Rizieq tidak dibesar-besarkan. Dia merujuk pada Jusuf Kalla (JK), Wakil Presiden dari Presiden Jokowi pada periode 2014-2019. JK tidak mengkarantina diri setibanya di Indonesia dari umrah di Saudi.

"Yang penting hasilnya sudah negatif, insyaallah beliau sehat dan beliau tiga hari untuk isolasi dan istirahat bersama keluarganya, hari Jumat baru ada aktivitas jadi sesuai standarlah tiga hari," kata Slamet.

Sekretaris Umum FPI Munarman bahkan membandingkan isu karantina ini dengan kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo ke Indonesia, 29 Oktober pekan lalu. Dia mengamati Mike Pompeo tidak dikarantina 14 hari dulu dan langsung bertemu Presiden Jokowi.

"Wajibkan lah (isolasi mandiri) terhadap Mike Pompeo yang kemarin datang dan (juga) terhadap TKA (Tenaga Kerja Asing) dari China," kata Munarman, saat dihubungi, Minggu (8/11).

Halaman

(dnu/zak)