Bupati Taput Janji Tindak Pencemar Air Sungai yang Ancam 30 Ribu Warga

Ahmad Arfah - detikNews
Selasa, 10 Nov 2020 19:26 WIB
Fasilitas reservoir pendistribusian air bersih dari sumber air Sungai Aek Nalas yang dikelola PDAM Mual Natio, di Desa Sabungan Ni Huta IV, Kecamatan Sipahutar, Taput. (ANTARA/Rinto Aritonang)
Fasilitas PDAM di Taput (Rinto Aritonang/Antara)
Tapanuli Utara -

Bupati Tapanuli Utara (Taput) Nikson Nababan buka suara soal dugaan pencemaran sumber air bersih di Sungai Aek Nalas, Desa Sabungan Ni Huta IV, Sipahutar. Nikson mengatakan sudah berkoordinasi dengan perusahaan yang diduga menjadi pemicu pencemaran.

"Sudah koordinasi dengan TPL (PT Toba Pulp Lestari)," kata Nikson saat dihubungi, Selasa (10/11/2020).

Nikson mengatakan ada sejumlah kesepakatan antara pihaknya dan PT TPL terkait dugaan pencemaran air sungai tersebut. Antara lain, PT TPL bakal memperbaiki buffer (penyangga) 50 meter dari sungai dan ditinggikan menjadi dari 2,5 meter menjadi 5 meter.

Selain itu, PDAM dan PT TPL juga bakal melakukan pembersihan di area yang diduga tercemar. Nikson berjanji menindak tegas pihak yang terbukti bersalah dalam pencemaran air sungai tersebut.

"Kita akan tindak TPL kalau betul sudah mencemari air," jelasnya.

Sebelumnya, dugaan pencemaran air sungai ini disampaikan Direktur Perusahaan Daerah Air Minum Mual Natio Tapanuli Utara (Taput), Lamtagon Manalu. Hal itu, katanya, mengancam kesehatan sekitar 30 ribu jiwa penduduk Tapanuli Utara.

"Saat sumber air Aek Nalas benar-benar tercemar, hal tersebut akan mengancam kesehatan sedikitnya 30 ribu warga Taput," ujar Lamtagon seperti dilansir dari Antara, Selasa (10/11).

Jumlah tersebut didasarkan pada jumlah pelanggan layanan PDAM di wilayah Sipahutar, yakni 1.158 pelanggan beserta keluarganya. Ada juga pelanggan di wilayah Siborongborong dan sekitarnya yang akan mendapatkan pendistribusian air bersih dari sumber air tersebut.

"Ancaman tersebut akan terus menghantui masyarakat. Sebab, aktivitas pemupukan eukaliptus akan dilakukan pihak PT Toba Pulp Lestari (TPL) secara terus-menerus di wilayah itu," terangnya.

(haf/haf)