Bareskrim Limpahkan Berkas Kasus Senpi Ilegal Soenarko ke Kejaksaan

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Selasa, 10 Nov 2020 16:31 WIB
Eks Danjen Kopassus yang menjadi tersangka kasus kepemilikan senjata api ilegal, Mayjen (Purn) Soenarko merapat ke kediaman Prabowo Subianto di Kertangera, Jakarta, Kamis (27/6). Ia datang di sela acara nonton bareng (nobar) sidang putusan sengketa Pilpres 2019.
Tersangka kasus kepemilikan senpi ilegal, Soenarko. (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Bareskrim Polri telah melimpahkan berkas perkara kasus kepemilikan senjata api (senpi) ilegal Mayjen (Purn) Soenarko ke Kejaksaan. Pelimpahan berkas dilakukan kemarin.

"Penyidikan tersangka Saudara S terkait kepemilikan senpi. Bawasannya kasusnya sudah tahap satu mulai hari Senin, 9 November 2020," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Selasa (10/11/2020).

Soenarko sebelumnya memenuhi panggilan penyidik Bareskrim terkait kasus kepemilikan senpi ilegal yang terjadi pada Mei 2019. Penyidik mencecar Soenarko dengan 28 pertanyaan.

"Pertanyaan yang diberikan oleh penyidik sebanyak 28 pertanyaan," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono melalui pesan singkat, Selasa (20/11).

Awi menuturkan Soenarko bersifat kooperatif saat menjalani pemeriksaan. Pemeriksaan terhadap mantan Danjen Kopassus itu berlangsung selama delapan jam lebih.

"Sudah selesai dari pukul 10.00 sampai 18.30 WIB. Dan beliau kooperatif," tuturnya.

Untuk diketahui, kasus yang menjerat Soenarko terjadi pada Mei 2019.Senpi ilegal diduga akan diselundupkan ke kerusuhan 22 Mei 2019 meski telah dibantah pihak terkait.

Setelah ditahan di Rutan Guntur sejak 20 Mei 2019, Soenarko kemudian bebas dari rutan pada Jumat (21/6/2019). Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan ingin penahanan eks Danjen Kopassus itu ditangguhkan.

"Saya tadi, saya baru saja ya, sebelum saya ke sini, saya telepon kepada Danpom TNI Mayor Jenderal Dedy untuk berkoordinasi dengan Kababinkum TNI untuk menyampaikan kepada penyidiknya, Pak Soenarko, untuk minta supaya untuk penangguhan penahanan," kata Marsekal Hadi di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis (20/6/2019).

Malam harinya, Marsekal Hadi Tjahjanto meneken surat permintaan penangguhan penahanan. Surat itu ditujukan langsung kepada Kapolri, yang saat itu dijabat Tito Karnavian.

Selain meneken surat permintaan penangguhan penahanan, Marsekal Hadi Tjahjanto menjadi penjamin atas bebasnya Soenarko.

(aud/aud)