Pekerjakan Dokter Ilegal dari China, Pemilik Klinik di Jakut Dihukum Percobaan

Andi Saputra - detikNews
Selasa, 10 Nov 2020 12:15 WIB
Palu Hakim Ilustrasi
Ilustrasi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Direktur Klinik Cahaya Mentari, Sunter, Jakarta Utara (Jakut), Adhitama (37), dihukum pidana percobaan karena mempekerjakan dokter dari China secara ilegal. Adapun si dokter yang tidak bisa berbahasa Indonesia malah dihukum 9 bulan penjara.

Hal itu tertuang dalam putusan Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta yang dilansir di website-nya, Selasa (10/11/2020). Kasus bermula saat anggota Ditkrimsus Polda Metro Jaya mendapat informasi adanya klinik ilegal di Rukan Puri Mutiara, Sunter, Tanjung Priok.

Anggota kemudian menyamar dan mendatangi klinik yang ada di sebuah ruko itu. Anggota berpura-pura menjadi pasien dengan mendaftarkan diri di resepsionis. Sebagai pasien, ia kemudian diukur denyut nadi dan ditanya keluhannya serta menjawab ada masalah dengan THT.

Petugas kemudian mengarahkan pasien ke lantai 4 dan ditemui oleh petugas dan diarahkan masuk ke ruangan. Ruangannya tidak terlalu besar, berukuran sekitar 4x5 meter.

Di dalam ruangan sudah ada perempuan berbaju putih yang bertugas sebagai penerjemah, seorang lelaki berbaju putih yang menjadi dokter, dan seorang perempuan sebagai perawat.

Selama konsultasi dan pemeriksaan, semua omongan dokter itu menggunakan bahasa China dan diterjemahkan oleh perempuan yang ada di sebelahnya. Begitu juga sebaliknya. Pasien yang bertanya akan diterjemahkan oleh penerjemah dan dijawab oleh dokter dengan bahasa China.

Usai konsultasi, pasien diminta membayar Rp 9 juta apabila ingin diobati. Pasien mengaku tidak mempunyai uang sebesar itu dan meminta dituliskan resep.

Sepulangnya, pasien, yang merupakan polisi sedang menyamar, segera membuat laporan ke atasan. Penyelidikan itu kemudian diulangi sekali lagi. Pada 13 Januari 2020 siang, klinik Cahaya Mentari itu kemudian digerebek.

Simak halaman selanjutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2