Round-Up

Babak Baru Kasus SARA Setelah Guru SMAN 58 Jakarta Diperiksa

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 10 Nov 2020 07:24 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi media sosial oleh Edi Wahyono

Di hari yang sama, Sabtu 7 November 2020, polisi juga memeriksa murid SMA Negeri 58 yang melaporkan TS ke polisi. Pelapor, dalam hal ini siswa SMAN 58 Jakarta, juga sudah diperiksa dengan pendampingan.

"Sudah (diperiksa)," ujar Wakapolres Jakarta Timur AKBP Stefanus Tamuntuan ketika dihubungi detikcom, Senin (9/11/2020).

Pelapor diperiksa pada Sabtu (7/11) lalu. Stefanus menyebut pelapor merupakan pelajar SMAN 58 DKI Jakarta.

"Iya (pelajar SMAN 58 DKI Jakarta)," kata Stefanus.

Stefanus mengatakan pelapor tidak satu grup rohis dengan guru TS. Namun, pelapor menerima tangkapan layar percakapan guru TS yang mengajak memilih ketua OSIS seagama.

"Nggak (pelapor-terlapor tak satu grup, red). Screenshot itu berisi konten yang mengandung diskriminatif dan unsur SARA, makanya mereka melaporkan," lanjutnya.

Seperti diketahui, ajakan guru TS di grup WhatsApp untuk memilih ketua OSIS seagama berujung pelaporan ke polisi. Kasus itu dilaporkan oleh pihak yang mengaku sebagai perwakilan murid.

"Assalamualaikum...hati2 memilih ketua OSIS Paslon 1 dan 2 Calon non Islam...jd ttp walau bagaimana kita mayoritas hrs punya ketua yg se Aqidah dgn kita," demikian pesan guru TS dalam tangkapan layar grup WA 'Rohis 58' yang beredar di media sosial.

"Mohon doa dan dukungannya untuk Paslon 3, Mohon doa dan dukungannya utk Paslon 3, Awas Rohis jgn ada yg jd pengkhianat ya," ucap TS dalam grup WhatsApp bernama Rohis 58.

Halaman

(mei/mei)