Winda Earl Akui Tak Dapat Buku Tabungan-Kartu ATM dari Maybank

Wilda Nufus - detikNews
Senin, 09 Nov 2020 22:04 WIB
Konferensi pers Winda Earl Lunardi soal kasus penggelapan uang tabungannya di Maybank
Foto: Konferensi pers Winda 'Earl' Lunardi soal kasus penggelapan uang tabungannya di Maybank (Wilda Nufus/detikcom)
Jakarta -

Atlet eSport, Winda Lunardi (Winda Earl) angkat bicara perihal buku tabungan Rp 20 miliar yang disebut dipegang oleh Kepala Maybank cabang Cipulir, Albert. Winda mengaku membuka tabungan jenis rekening koran, sehingga sedari awal tidak mendapatkan buku tabungan dan juga kartu ATM.

"Kalau dari pihak saya, seperti yang sudah saya bilang dari awal berita ini muncul, jenis tabungan yang saya buka itu rekening koran. Jadi emang perihal tentang ATM, buku tabungan, kami dari awal tidak pernah mendapatkan ketika kami membuka rekening," kata Winda kepada wartawan dalam jumpa pers di Hotel Falatehan, Jakarta Selatan, Senin (9/11/2020).

Winda menyebut sejatinya dalam jenis rekening koran tidak memerlukan buku tabungan dan ATM. Meskipun kata Winda, dalam perjalanannya, rekening koran yang diterima selama ini diduga palsu.

"Jadi ini yang juga dipermasalahkan, tapi betul saya memang buka rekening koran, jadi biasa kalau rekening koran memang tidak menerima ya sepengetahuan saya dan keluarga. Saya memang tidak menerima kartu ATM atau buku tabungan karena ya memang rekening koran, dan maksudnya kita juga ketika waktu itu kita percaya rekening koran yang dikirimkan dari Maybank itu asli, tapi kan ternyata diduga palsu yang selama ini kita terima," jelas Winda.

Winda menyebut selama memiliki rekening koran di Maybank, tak mengetahui transaksi dalam rekening tersebut. Namun Winda menyebut selama ini dia tidak pernah menaruh curiga karena menganggap rekening koran itu adalah rekening asli.

"Jadi segala logikanya segala jenis transaksi yang terjadi di dalam itu ya kita tidak pernah tahu, karena kita selama ini hanya menerima rekening koran yang kita anggap asli," ungkapnya.

Winda mengungkapkan saat itu dirinya mengisi data diri dengan KTP miliknya. Saat itupun ia ditemani oleh kedua orangtuanya.

"Iya data KTP pasti saya isi sendiri karena saya didampingi orang tua saya pada waktu itu," ucapnya.

Winda mangatakan pihaknya baru mendapatkan buku tabungan dan ATM setelah mendapati adanya masalah. Ia pun akhirnya mencoba melakukan mutasi dari 2015 sampai periode sekarang.

"Saya baru tahu ketika permasalahan ini sudah muncul, ketika ibu saya mau narik uang terus uangnya sudah tidak ada. Nah saya kan mau meminta mutasi selama 2015 sampai periode sekarang ini dong, nah di situ saya baru baru diberi tahu kalau saya harus mempunyai kartu ATM, nah di situ saya baru akhirnya membuat kartu ATM," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, pengacara Hotman Paris Hutapea membeberkan tersangka kasus dugaan hilangnya saldo tabungan Rp20 miliar milik Winda di PT Maybank Indonesia Tbk selama ini memegang buku tabungan dan ATM korban.

Informasi itu, kata Hotman, diungkapkan tersangka dalam berita acara pemeriksaaan (BAP) kepolisian.

"Pertanyaannya adalah anda sebagai pemilik uang, kenapa anda biarkan kartu ATM Anda dipegang orang lain? Itu salah satu yang lagi diselidiki oleh penyidik," kata Hotman dalam konferensi pers, hari ini.

Berdasarkan BAP tersebut, tersangka mengaku memegang buku tabungan dan ATM tersangka sejak rekening tersangka dibuka.

Sementara itu Head of Financial Crime Compliance and National Anti-Fraud Maybank Indonesia, Nehemia Andiko menyebut bahwa Winda tidak pernah mempermasalahkan buku tabungan dan kartu ATM dipegang oleh tersangka.

"Nasabah tidak pernah komplain, tidak pernah menyatakan melakukan pengaduan atas hal itu," ujarnya.

(aud/aud)