Kasus ABG Jaksel Dihamili, Komnas PA: Ortu Harus Beri Perhatian Ekstra

Farih Maulana Sidik - detikNews
Senin, 09 Nov 2020 20:17 WIB
Polda Metro tangkap pria yang bawa kabur dan setubuhi ABG Jaksel.
Polda Metro tangkap pria yang bawa kabur dan menyetubuhi ABG Jaksel. (Farih/detikcom)
Jakarta -

Polda Metro Jaya mengungkap kasus penculikan dan pencabulan terhadap anak perempuan berusia 16 tahun oleh seorang buruh berinisial AAB (20). Atas kasus itu, Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) meminta orang tua memberikan perhatian ekstra terhadap anak.

Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait mengatakan dalam masa pandemi COVID-19, peristiwa kekerasan terhadap anak justru tidak ada penurunan. Padahal, kata dia, saat ini anak-anak diharuskan tetap tinggal di rumah demi mencegah penularan wabah virus ini.

"Kan padahal anak harus tinggal di rumah, itu artinya pengawasan orang tua masih sangat lemah. Dari peristiwa ini, Komnas PA mengimbau kepada orang tua agar betul-betul memberikan perhatian ekstra terhadap anak-anak," kata Arist dalam rilis di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (9/11/2020).

Arist menyinggung soal kegiatan belajar di rumah yang kini mulai membuat anak bosan. Dia pun mewanti-wanti para orang tua agar tidak melakukan kekerasan yang bisa mengakibatkan anak ke luar rumah.

"Selama anak stay at home atau sekolah belum tatap muka maka perlu ada ekstra perhatian. Karena anak kita ada yang bunuh diri sekalipun ketika dia belajar online," ujar Arist.

Arist mengimbau orang tua agar memberi ruang komunikasi dengan anak sebesar-besarnya. Jika tidak, kata dia, anak-anak dapat saja mengambil langkah sendiri yang sangat berisiko.

"Saya kira perlu dipikirkan bagaimana anak-anak ini bisa diberikan akses seluas-luasnya komunikasi dengan orang tua. Karena kalau tidak, anak-anak ini akan mengambil sikap sendiri," katanya.

Terhadap kasus pencabulan terhadap anak berusia 16 tahun ini, Komnas PA meminta aparat yang berwajib agar bisa menjarah pelaku dengan pasal berlapis. Alasannya, Arist menyebut persetubuhan pelaku terhadap korban ada unsur pemaksaan dan kesengajaan.

"Tadi saya tanya, ternyata ada unsur paksaan sehingga bisa dikenakan pasal berlapis. Jadi ketika itu pasal berlapis bisa di atas 15 tahun sebenarnya kurungannya," katanya.

"Ini kejahatan luar biasa, karena dia tahu persis bahwa itu anak 16 tahun. Tapi dia lakukan tindakan kejahatan seksual sampai hamil. Jadi ada unsur kesengajaan di situ maka tadi saya kira pasal tambahan sudah tepat," sambungnya.

(fas/mea)