Bea Cukai-BNN Gagalkan Penyelundupan Sabu dari Malaysia, 2 Orang Ditangkap

Jabbar Ramdhani - detikNews
Senin, 09 Nov 2020 18:23 WIB
Bea Cukai Tarakan dan BNNP Kaltara menggagalkan upaya penyelundupan sabu dari Malaysia (dok Istimewa)
Bea-Cukai Tarakan dan BNNP Kaltara menggagalkan upaya penyelundupan sabu dari Malaysia. (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Bea dan Cukai Tarakan bersama Tim Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Utara (BNNP Kaltara) menggagalkan upaya penyelundupan sabu dari Malaysia. Dua orang ditangkap petugas gabungan.

Upaya penyelundupan digagalkan Bea Cukai Tarakan bersama dengan Tim Patroli Laut Jaring Wallacea dan Tim Brantas BNNP Kaltara di Tanjung Keramat, Tarakan, Kaltara, pada Senin (2/11/2020). Awalnya petugas mendapatkan informasi soal rencana penyelundupan narkotika jenis sabu dari Tawau, Malaysia, ke Tarakan.

Tim gabungan lalu membagi tugas untuk menggagalkan upaya penyelundupan barang haram tersebut. Tim bergerak di darat dan laut.

"Tim dibagi menjadi tim darat dan tim speed surveillance yang didukung oleh Tim Patroli Laut Jaring Wallacea melalui kapal patroli BC 30006 yang kemudian bergerak melakukan operasi pengejaran target menuju Tambak yang berlokasi di Tanjung Keramat, menggunakan Speed Surveillance," kata Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) B Tarakan, Minhajuddin Napsah, dalam keterangannya, Senin (9/11/2020).

Dua tersangka berinisial S dan PK dibekuk di sebuah lokasi pertambakan di Tanjung Keramat. Keduanya lalu diserahkan ke BNNP Kaltara untuk diproses lebih lanjut.

Dari tangan keduanya disita barang bukti sabu seberat 1.004,27 gram yang ada di dalam pertambakan tersebut. Barang bukti dan tersangka lalu dibawa tim gabungan ke Pelabuhan Malundung, Tarakan.

"Pengawasan dan penindakan yang dilakukan oleh Bea-Cukai Tarakan tentunya tidak akan berjalan dengan baik tanpa sinergi yang kuat antara instansi terkait dan juga lapisan masyarakat Indonesia, demi mencegah masuknya peredaran barang ilegal yang dapat merusak moral bangsa," kata Minhajuddin.

(jbr/aud)