Stafsus Presiden Klarifikasi soal 'Surat Perintah' ke Mahasiswa

Tim detikcom - detikNews
Senin, 09 Nov 2020 12:30 WIB
Stafsus Presiden Jokowi, Aminuddin Maruf bertemu perwakilan DEMA PTKIN menerima masukan soal UU Cipta Kerja.
Stafsus Presiden Aminuddin Ma'ruf seusai bertemu DEMA PTKIN di Istana. (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta -

Staf khusus Presiden Jokowi, Aminuddin Ma'ruf, mengklarifikasi soal beredarnya 'surat perintah' kepada mahasiswa untuk menggelar pertemuan membahas UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Aminuddin menjelaskan surat tersebut bersifat internal.

Dari foto yang beredar, seperti dilihat, Senin (9/11/2020), surat tersebut berkop 'Sekretariat Kabinet Republik Indonesia' dan di bagian perihal tertulislah 'Surat Perintah'. Surat itu ditujukan kepada Dewan Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri Seluruh Indonesia (DEMA PTKIN).

Ada 9 perwakilan yang diundang dalam pertemuan dengan Aminuddin. Surat itu diteken Aminuddin pada Kamis (5/11/2020).

Saat dimintai konfirmasi, Aminuddin mengatakan bahwa surat tersebut diperlukan sebagai pemberitahuan. Aminuddin merujuk pada SOP penerimaan tamu di lingkungan Istana.

"Merujuk kepada SOP Penerimaan Tamu di Lingkungan Istana Negara. Maka, diperlukan surat tersebut sebagai pemberitahuan dari setiap unit kerja di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara yang akan melaksanakan kegiatan di lingkungan Istana Negara," ujar Aminuddin.

Aminuddin mengatakan surat itu bersifat internal. Salah satu maksudnya supaya tamu mendapatkan fasilitas rapid test COVID-19 sebelum bertemu Aminuddin.

"Surat tersebut bersifat internal untuk keperluan koordinasi di internal Istana (Setpres dan Setkab). Salah satunya digunakan untuk mendapatkan fasilitas rapid test bagi tamu," jelas Aminuddin.

Lihat juga video 'Stafsus Ayu Kartika Dewi Bicara Perannya di Tengah Pandemi Corona':

[Gambas:Video 20detik]



Soal hasil pertemuan Aminuddin dengan DEMA PTKIN ada di halaman berikutnya:

Selanjutnya
Halaman
1 2