Musim Hujan Tiba, Waspada Telur Ular Menetas

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 09 Nov 2020 09:49 WIB
Ular sawa emprit-ular genting-ular cicak, Lycodon capucinus. (Dok Yayasan Sioux Ular Indonesia)
Ilustrasi ular sawah emprit-ular genting-ular cicak, Lycodon capucinus. (Dok Yayasan Sioux Ular Indonesia)
Jakarta -

Masih ingat berita-berita penemuan anakan ular pada tahun lalu? Peristiwa itu bisa terulang karena Indonesia sudah memasuki musim hujan, saat telur-telur ular menetas.

"Bulan November dan Desember adalah bulan menetasnya telur-telur ular karena proses siklus biologi alami mereka. Seperti tahun lalu, banyak ditemukan bayi-bayi kobra di sekeliling rumah tinggal kita," kata Ketua Yayasan Sioux Ular Indonesia, Aji Rachmat, dalam keterangan tertulis, Senin (9/11/2020).

Telur-telur ular bakal menetas di musim hujan November-Desember ini karena induk kobra menaruh telur di sekitar hunian manusia pada Agustus-September setelah musim kawin.

Telur ular menetas di sekitar hunian warga karena ular mendapatkan mangsa di sekitar tempat tinggal manusia. Induk ular akan menaruh telur di lokasi yang tersedia banyak makanan.

"Makanan ular/mangsa banyak di temukan di sekitar hunian. Dari cacing-jangkrik-kadal-kodok-tikus hingga burung merupakan prey alami ular yang mudah ditemukan. Mangsa-mangsa ini akan mengundang ular hadir di sekitar tempat tinggal warga dan jika ada area yang nyaman, ular akan berkembang biak," kata Aji.

Damkar Bekasi Temukan 30 Cangkang Telur Ular Kobra di Perumahan WargaDamkar Bekasi Temukan 30 Cangkang Telur Ular Kobra di Perumahan Warga/Telur ular puyuh (dok. Istimewa)

Jumlah ular bisa banyak karena predator alami ular semakin tipis. Hewan musang, garangan, dan biawak adalah predator pemangsa telur serta bayi ular. Burung elang, burung hantu, dan burung karnivora lainnya juga sudah tidak banyak lagi.

"Sehingga tidak ada kontrol populasi ular secara alami di alam," kata Aji.

Tonton video 'Melihat Aksi Salleri, Penakluk Ular Berbisa dari Polman':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya, cara mengatasi ular di musim hujan:

Selain itu, kondisi permukiman tersebut menunjang perkembangbiakan ular. Misalnya, area yang tidak pernah dibersihkan, mengundang mangsa ular, dan sudut-sudut gelap memungkinkan ular meletakkan telurnya.

Sioux Ular Indonesia mengajak semuanya waspada, tapi tidak berarti membunuhi ular-ular itu.

"Pelajari, waspada, tapi jangan bunuh ular," kata Aji.

Cara mengatasi ular di musim hujan:
1. Bersihkan secara rutin area yang rimbun. Kerja bakti agar ular bergeser ke luar permukiman. Pindahkan telur ular.
2. Pasang jebakan tikus, kurangi dan hilangkan tikus di rumah.
3. Pasang lampu penerangan
4. Ular tidak takut pada garam, ijuk, sabut kelapa, belerang tabur.
5. Ular cenderung menghindari bau menyengat. Pasang obat nyamuk elektrik atau pengharum ruangan.
6. Siapkan tongkat dan senter sebagai alat bantu penanganan ular. Hanya 20% ular yang berbisa, tapi sebaiknya berhati-hati. Bila ada ular, kontak pemadam kebakaran terdekat atau Indonesia Snake Rescue 08176800446.
7. Bila ada kasus gigitan, siapkan alat imobilisasi minimal, satu RT/RW satu set.

"Ular adalah bagian penting rantai makanan. Ekosistem sekitar perlu dijaga agar tetap seimbang. Manusia perlu ular untuk kelestarian lingkungan masa depan," kata Aji.

(dnu/gbr)