Musim Hujan Tiba, Waspada Telur Ular Menetas

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 09 Nov 2020 09:49 WIB
Ular sawa emprit-ular genting-ular cicak, Lycodon capucinus. (Dok Yayasan Sioux Ular Indonesia)
Ilustrasi ular sawah emprit-ular genting-ular cicak, Lycodon capucinus. (Dok Yayasan Sioux Ular Indonesia)

Selain itu, kondisi permukiman tersebut menunjang perkembangbiakan ular. Misalnya, area yang tidak pernah dibersihkan, mengundang mangsa ular, dan sudut-sudut gelap memungkinkan ular meletakkan telurnya.

Sioux Ular Indonesia mengajak semuanya waspada, tapi tidak berarti membunuhi ular-ular itu.

"Pelajari, waspada, tapi jangan bunuh ular," kata Aji.

Cara mengatasi ular di musim hujan:
1. Bersihkan secara rutin area yang rimbun. Kerja bakti agar ular bergeser ke luar permukiman. Pindahkan telur ular.
2. Pasang jebakan tikus, kurangi dan hilangkan tikus di rumah.
3. Pasang lampu penerangan
4. Ular tidak takut pada garam, ijuk, sabut kelapa, belerang tabur.
5. Ular cenderung menghindari bau menyengat. Pasang obat nyamuk elektrik atau pengharum ruangan.
6. Siapkan tongkat dan senter sebagai alat bantu penanganan ular. Hanya 20% ular yang berbisa, tapi sebaiknya berhati-hati. Bila ada ular, kontak pemadam kebakaran terdekat atau Indonesia Snake Rescue 08176800446.
7. Bila ada kasus gigitan, siapkan alat imobilisasi minimal, satu RT/RW satu set.

"Ular adalah bagian penting rantai makanan. Ekosistem sekitar perlu dijaga agar tetap seimbang. Manusia perlu ular untuk kelestarian lingkungan masa depan," kata Aji.

Halaman

(dnu/gbr)