Gatot Brajamusti Meninggal, Ayah: Mohon Dimaafkan Kesalahan Semasa Hidup

Syahdan Alamsyah - detikNews
Senin, 09 Nov 2020 03:24 WIB
Suasana rumah duka Gatot Brajamusti di Sukabumi, Jawa Barat.
Ayah Gatot Brajamusti, Dudung. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi -

Duka menyelimuti keluarga mendiang Gatot Brajamusti. Ayah kandung Gatot, Dudung, terus tak bisa menyembunyikan kesedihannya.

Sejak jenazah Gatot dibawa menggunakan mobil ambulans hingga disalatkan di Masjid Jami Attawabim, Dudung terus berada di samping jenazah sang putra. Dudung pun meyakini Gatot meninggal dalam keadaan baik dan memohonkan maaf atas kesalahan putranya semasa hidup.

"Ya mudah-mudahan diterima iman Islamnya, diampuni segala dosanya. Nah kemudian karena memang banyak orang-orang yang dia bela sejak dahulu, kemudian banyak yang diislamkan, makanya besok menunggu dulu semuanya baru dikuburkan. Mudah-mudahan semuanya bisa menyaksikan dulu sebelum dimasukkan ke dalam kubur," kata Dudung di rumah duka, Senin (9/11/2020) dini hari.

"Nah, untuk itu saya mohon kepada kawan-kawan handai taulan, andaikata ada kesalahan, mohon dimaafkan oleh semuanya. Nah kemudian mudah-mudahan mereka semuanya, saya atas nama Gatot Brajamusti mohon dimaafkan andaikata ada kesalahan-kesalahan semasa hidupnya," sambungnya.

Jenazah Gatot akan dimakamkan pagi ini di TPU Cikuray Kidul, tak jauh dari rumah duka. Gatot dimakamkan berdekatan dengan sang adik di TPU tersebut.

"Berpulangnya Aa Gatot, anak saya yang paling pertama, semua merasa kehilangan karena dia itu tulang punggung keluarga. Kemudian bicara tentang kekurangan dan dosa-dosa rasanya di muka bumi ini tidak ada manusia yang tidak pernah berbuat dosa. Maka oleh karena itu, saya berkali-kali sebagai ayahnya itu dengan masuknya lapas itu taubatnya taubat nasuha, dan dia sudah melaksanakannya taubat nasuha. Alhamdulillah wasyukurillah," ungkap Dudung.

Dudung mengaku komunikasi tetap terjalin meskipun putranya itu menjalani masa hukuman di Lapas Cipinang. Namun, Dudung terakhir bertemu langsung dengan Gatot sebelum pandemi Corona.

"Sudah lama juga komunikasi, video call juga sering. Kalau terakhir ketemu langsung itu sebelum ada Virus Corona," ujarnya.

Karangan bunga duka cita berjajar di halaman depan rumah duka. Simak di halaman selanjutnya. >>>

Selanjutnya
Halaman
1 2