212 Mart di Bandar Lampung Serentak Boikot Produk Prancis 1 Pekan

Antara - detikNews
Jumat, 06 Nov 2020 20:17 WIB
Baru 10 Bulan, 212 Mart Tembus 100 Gerai

Pekerja di 212 Mart merapihkan pada gerai 212 Mart Mekarsari, Depok, Jawa Barat, Senin (19/3/2018). 212 Mart yang merupakan produk dari koperasi syariah 212 yang berdiri sejak Mei 2017 lalu sudah memiliki 100 gerai yang tersebar diseluruh Indonesia. Grandyos Zafna/detikcom

-. Koperasi Syariah 212 terbentuk dan diilhami dari semangat aksi damai 212.

-. 212 Mart yang didirikan baru 10 bulan terakhir ini sudah memiliki 100 gerai diseluruh indonesia.

-. Berbagai macam produk di jual di gerai 212 mart.

-. Produk - produk yang ada di 212 martberasal dari distribution center yang ditunjuk oleh Koperasi Syariah 212 dan produk milik anggota Koperasi Syariah 212.
212 Mart (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Bandar Lampung -

212 Mart di Bandar Lampung, Lampung, serentak boikot produk-produk dari Prancis. Aksi boikot itu sudah dilakukan sejak Rabu (4/11).

"Pemboikotan barang-barang sudah kami mulai dari Rabu (04/11) dan akan berlangsung hingga satu pekan ke depan," kata Ketua Komunitas 212 Mart Al-Hikmah Yuzef Andiawan dilansir Antara, Jumat (6/11/2020).

Aksi boikot tersebut merupakan buntut pernyataan dari Presiden Prancis Emmanuel Macron terkait karikatur Nabi Muhammad SAW. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah komunitas 212 Mart untuk segera menghanguskan produk-produk dari Prancis.

"Produk-produk seperti susu SGM, susu Bebelove, kosmetik merk Garnier, dan air mineral kemasan botol yakni Vit, dan Mizone," kata Yusef.

Terdapat 3 gerai 212 Mart di Bandar Lampung. Produk-produk dari Prancis itu akan dimusnahkan pertengahan November. Selain 212 Mart, Swalayan Fitrinove juga melakukan boikot terhadap produk Prancis.

"Barang yang sudah kita boikot ini nanti akan kita musnahkan November pertengahan, ini kita sosialisasikan dulu agar masyarakat tahu dan mencari barang lainnya," kata dia.

Yusef mengatakan aksi boikot ini akan berdampak pada ekonomi 212 Mart. Namun, ia meyakini semua kerugian itu akan diganti Tuhan.

"Mungkin kami akan rugi, tapi saya yakin bahwa rezeki datangnya dari Tuhan, tinggal kita bersungguh-sungguh saja dalam bekerja dan beramal pasti ada gantinya," kata dia.

Seruan boikot ini juga disampaikan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Seperti apa seruannya? simak di halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2