Kabupaten Serang Lepas Predikat Pengangguran Tertinggi di Banten

Yudistira Imandiar - detikNews
Jumat, 06 Nov 2020 17:49 WIB
Pemkab Serang
Foto: dok. Pemkab Serang
Jakarta -

Kabupaten Serang terlepas dari predikat sebagai wilayah dengan angka pengangguran tertinggi di Banten sejak 2012. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, per Agustus 2020 angka pengangguran di Kabupaten Serang sebesar 12,22 persen.

Tingkat pengangguran di Banten per Agustus 2020 tercatat sebesar 10,64 persen atau 661 ribu orang. Jumlahnya meningkat 2,53 persen atau bertambah sebanyak 171 ribu orang dibandingkan Agustus 2019.

Masih dari BPS Banten, per Agustus 2020 Kabupaten Tangerang menjadi wilayah dengan angka pengangguran tertinggi dengan 13,06 persen, diikuti Kota Cilegon 12,69 persen, dan Kabupaten Serang 12,22 persen. Kemudian peringkat berikutnya ditempati Kabupaten Lebak 9,63 persen, Kota Serang 9,26 persen, Kabupaten Pandeglang 9,15 persen, Kota Tangerang 8,63 persen, dan Kota Tangerang Selatan 8,48 persen.

Kepala BPS Banten Adhi Wiriana mengatakan pandemi COVID-19 telah berdampak pada penurunan perekonomian, termasuk menimbulkan kenaikan angka pengangguran. Ia menyebut ada 1,84 juta orang di Banten yang terdampak COVID-19 atau 19,18 persen. Jumlah tersebut, rinci Adhi, terdiri dari pengangguran karena COVID-19 sebanyak 205 ribu orang dan bukan angkatan kerja 28 ribu orang.

"Sementara tidak bekerja karena COVID-19 sebanyak 103 ribu orang, dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena COVID-19 sebanyak 1,51 juta orang," ulas Adhi dalam sebuah keterangan tertulis, Jumat (6/11/2020).

Kepala Bidang Pembinaan Tenaga Kerja (Binapenta) Disnakertrans Kabupaten Serang Ugun Gurmilang menyampaikan dampak COVID-19 di sektor ketenagakerjaan cukup besar. Ia mengatakan Disnakertrans Kabupaten Serang berusaha menekan dampak COVID-19 sejalan dengan instruksi dan arahan pimpinan daerah.

"Agar tidak berdampak parah terhadap ketenagakerjaan, dan alhamdulillah beberapa perusahaan yang ada di Kabupaten Serang di masa pandemi COVID-19 ini masih ada perekrutan tenaga kerja. Walaupun di sisi lain ada perusahaan yang melakukan PHK," urainya.

Ugun menambahkan Kementerian Ketenagakerjaan hingga Kepala Daerah sudah membuat surat edaran terkait pencegahan pemutusan hubungan kerja (PHK) di masa pandemi COVID-19.

"Bupati Serang pun rutin menggelar rapat koordinasi dengan pihak industri dalam upaya pencegahan dampak negatif covid-19 terhadap keberlangsungan perusahaan dan pekerja," ungkapnya

(prf/ega)