BEM UIN-IAIN Se-RI Kritik Isi UU Cipta Kerja, Stafsus Jokowi Akan Telaah

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 06 Nov 2020 17:48 WIB
Stafsus Presiden Jokowi, Aminuddin Maruf bertemu perwakilan DEMA PTKIN menerima masukan soal UU Cipta Kerja.
Stafsus Presiden Jokowi, Aminuddin Ma'ruf (tengah), bertemu dengan perwakilan DEMA PTKIN menerima masukan soal UU Cipta Kerja. (Foto: dok. Istimewa)

Menurut Aminuddin, perwakilan mahasiswa yang diterimanya akan mengajukan uji materi UU Cipta Kerja ke MK. Ada dua klaster yang digugat.

"Ada beberapa pasal yang menurut teman-teman mahasiswa perlu ditinjau ulang. Ada dua klaster secara garis besar yang insyaallah teman-teman mahasiswa akan ajukan judicial review ke MK, yaitu pertama soal kewenangan pemerintah pusat dan daerah serta kedua soal pengelolaan lingkungan hidup," ujar Aminuddin.

Aminuddin juga menyambut baik ikhtiar teman-teman BEM PTKIN untuk membuka ruang dialog dan menyampaikan poin-poin protes. Catatan yang diberikan akan disampaikan kepada Presiden Jokowi.

"Pemerintah juga berkomitmen untuk terus memfasilitasi setiap ikhtiar elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, dalam menyampaikan pendapat, demi terjaganya iklim demokrasi yang sehat di republik ini. Apa yang menjadi catatan dan rekomendasi teman-teman akan kami pelajari, dan sesegera mungkin akan saya sampaikan kepada Bapak Presiden," ucap Aminuddin.

Delegasi yang hadir dalam pertemuan adalah Ongky Fachrur Rozie (Koordinator Pusat DEMA PTKIN yang berasal dari UIN Sunan Ampel Surabaya), Fatimah Presiden (Mahasiswa IAIN Samarinda), Ahmad Rifaldi (Presiden Mahasiswa UIN Sunan Kaligaja Yogyakarta), Ahmad Aidil Fahri (Presiden Mahasiswa DEMA UIN Alauddin Makasar), M Munif (Presiden Mahasiswa IAIN Lampung), Mahfud (Presiden Mahasiswa IAIN FM Papua), M Fauzan (UIN Banten), Rubait Burhan (Presiden Mahasiswa UIN Semarang), dan Aden Farih (Presiden Mahasiswa UIN Malang).

Halaman

(dkp/imk)