Gugat Setya Novanto Rp 2 T, Fredrich Minta Ganti Rugi karena Dipenjara

Zunita Putri - detikNews
Jumat, 06 Nov 2020 16:20 WIB
Mantan kuasa hukum terpidana kasus korupsi proyek KTP elektronik Setya Novanto, Fredrich Yunadi menjalani sidang pembacaan putusan hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (24/4/2018). Majelsi hakim memutuskan memberikan hukuman kepada Fredrich 7 tahun penjara denda 500 juta rupiah dan subsider 5 bulan penjara. Grandyos Zafna/detikcom
Fredrich Yunadi (Grandyos Zafna/detikcom)

Fredrich juga merupakan terpidana dalam kasus ini. Dia dihukum 7 tahun penjara oleh majelis PN Tipikor Jakarta. Kemudian dia mengajukan kasasi di Mahkamah Agung (MA) dan MA menambah hukuman Fredrich Yunadi selama 6 bulan penjara. Total ia harus menghuni penjara selama 7,5 tahun.

Saat ini sidang gugatan Fredrich masih berlangsung di PN Jakarta Selatan, dan sudah pada tahap pembuktian. Pengacara menyebut sidang akan kembali digelar pada 2 Desember 2020.

Rudy Marjono selaku kuasa hukum Fredrich mengungkapkan awal mula perkara ini karena Novanto belum melunasi pembayaran terkait fee pengacara di kasus korupsi proyek e-KTP. Rudy menyebut kliennya sudah berupaya menagih namun tidak ada iktikad baik dari Novanto.

"Jadi, dari 14 kuasa yang beliau pernah kerjakan, hanya dibayar sedikit dari situ, makanya itu ditagih sama Pak Fredrich karena Pak Setnov tidak mempunyai iktikad baik atau tidak ada kata sepakat untuk penyelesaian pembayaran itu, sehingga terpaksa Pak Fredrich menggugat," katanya.

Berikut ini petitum permohonan gugatan Fredrich Yunadi ke Novanto dan Deisti.

1. Menerima dan mengabulkan Gugatan penggugat untuk seluruhnya;
2. Menyatakan sah secara hukum kesepakatan pembayaran biaya Jasa Kuasa Hukum antara penggugat dan Tergugat I dan Tergugat II terkait dengan telah dibuatnya Surat Kuasa:

-SURAT KUASA KHUSUS No. 129/YA-FY/SN-MK/XI/2017 tertanggal 13 Nopember 2017;
- SURAT KUASA KHUSUS Nomor : 107/YA-FY/SN/PDT-KDJ/XI/2017 tertanggal 10 Nopember 2017;
- SURAT KUASA KHUSUS Nomor : 107/YA-FY/SN/PDT-PMH/X/2017 tertanggal 03 Oktober 2017;
- SURAT KUASA KHUSUS Nomor 130/YA-FY/SN/PDT-KDJ/XI/2017 tertanggal 10 Nopember 2017;
- SURAT KUASA KHUSUS Nomor : 109/YA-FY/SN/PID-IT/X/2017 tertanggal 03 Oktober 2017 ;
-SURAT KUASA KHUSUS No : 128/YA-FY/SN-MK/XI/2017 tertanggal 13 Nopember 2017 ;
- SURAT KUASA KHUSUS Nomor : 133/YA-SY/SN-KPK/SP/XI/2017 tertanggal 13 November 2017 ;

- SURAT KUASA KHUSUS tertanggal 15 November 2017 ;
- SURAT KUASA KHUSUS NOMOR : 133/YA-SY/SN-KPK/SP/XI/2017, tertanggal 13 November 2017;
- SURAT KUASA KHUSUS Nomor 134/YA-SY/SN-KPK/SP/XI/2017, tertangal 20 November 2017;
- SURAT KUASA KHUSUS Nomor. 107/YA-FY/SN/TUN-Cekal/X/2017, Tertanggal 3 Oktober 2017;
- SURAT KUASA KHUSUS Nomor. 108/YA-FY/SN/TUN- IMG/X/2017, Tertanggal 3 Oktober 2017;
- SURAT KUASA KHUSUS Nomor. 111/YA-FY/SN/PID-UM/X/2017, Tertanggal 3 Oktober 2017;
- SURAT KUASA KHUSUS yang ditandatangani oleh Tergugat II, selaku Istri dari Tergugat I, tertanggal 15 November 2017;

3. Menyatakan perbuatan Tergugat I dan Tergugat II yang tidak membayar seluruh biaya Jasa Kuasa Hukum kepada Penggugat merupakan perbuatan Wanprestasi;
4. Menghukum Tergugat I dan Tergugat II untuk membayar secara tunai, dan sekaligus segala kerugian kepada Penggugat dengan rincian sebagai berikut
- Kerugian Materiel :
A. 14 Legal Action (upaya hukum) X Rp 2 M per-Legal Action (tiap upaya hukum) = Rp 28 M (Rp 1.000.000.000 yang sudah dibayar)= Rp 27 miliar

B. 2% x Rp 27 miliar per bulan bilamana dihitung dengan nilai investasi suku bunga bank, terhitung sejak somasi disampaikan dan diterima Tergugat I pada bulan Oktober 2019 hingga putusan perkara ini berkekuatan hukum tetap;

- Kerugian immaterial dalam petitum Fredrich:

Total Rp. 2.256.125.000.000 dari perincian:

a. 1 bulan pidana kurungan = Rp 62.500.000 X 90 (sembilan puluh) bulan (total masa pidana kurungan penggugat)= Rp 5.625.000.000

b. Uang tunai pembayaran denda sebesar Rp. 500.000.000
c. Kehilangan pemasukan nafkah sebesar Rp. 25.000.000.000 per bulannya X 90 = Rp 2.250.000.000.000

dan bilamana perlu dengan cara lelang terhadap harta kekayaan Tergugat I dan Tergugat II baik yang diletakkan sita jaminan maupun harta kekayaan lainnya sesuai ketentuan dan prosedur hukum yang berlaku;

1. Menghukum Tergugat I dan Tergugat II untuk tunduk mentaati dan patuh melaksanakan putusan ini;
2. Menghukum Tergugat I dan Tergugat II untuk membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp 100.000.000 untuk setiap harinya, apabila Tergugat I dan Tergugat II lalai memenuhi dan melaksanakan isi putusan ini ;
3. Menyatakan sah dan berharga sita jaminan (Conservatoir Beslag) yang telah diletakkan oleh Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam perkara ini terhadap :

-Sebidang tanah dan bangunan dengan luas 290m2, yang terletak di Perum Tanah Kebon Jeruk Kav. Blok A 1, berdasarkan Sertipikant Hak Guna Bangunan No. 381 Tahun 1987, Surat Ukur Nomor : 105/5442/1986, atas nama Pemegang Hak Hak Raden Setya Novanto/ Tergugat I;

-Sebidang tanah dan bangunan yang terletak di Jalan Wijaya XIII, No. 19, RT 003/RW 003, Kelurahan Melawai, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12160, dengan batas depan Jalan Wijaya XIII, samping kiri, Jl Panglima Polim II, belakang Jalan Wijaya XIV, atas nama Pemegang Hak Hak Raden Setya Novanto/ Tergugat I;

1. Menyatakan putusan atas perkara a quo dapat dijalankan terlebih dahulu (uitverbaar bij vorrad) meskipun Tergugat I dan Tergugat II, melakukan upaya hukum banding, kasasi , peninjauan kembali dan verzet;

2. Menghukum Tergugat I dan Tergugat II untuk membayar biaya-biaya yang timbul dalam perkara ini;


(zap/azr)