Round-Up

Pembelaan Senayan untuk Badru Pengunggah Foto Ibu Hamil Ditandu

Tim Detikcom - detikNews
Jumat, 06 Nov 2020 07:02 WIB
Ibu Hamil di Lebak Ditandu
Foto: Postingan Badru yang dipersoalkan. (tangkapan layar Facebook).
Jakarta -

Seorang pria warga Kabupaten Lebak, Banten, bernama Badrudin terpaksa menginap 2 hari di kantor polisi lantaran memposting foto seorang ibu hamil ditandu saat hendak melahirkan akibat jalanan rusak. Badru yang postingannya di media sosial viral, mendapat pembelaan dari sejumlah pihak, termasuk anggota DPR.

Badru diketahui diamankan karena mengunggah soal adanya ibu hamil ditandu menggunakan bambu dan sarung serta ditutup plastik di akun Facebook-nya, Badry Aldiansah. Ia menuliskan bahwa selama 75 tahun merdeka tapi belum merasakan akses infrastruktur yang layak. Akibat jalan yang buruk, seorang ibu bahkan harus ditandu pakai bambu dan dibungkus sarung.

"75 tahun merdeka kapan merasakan indahnya jalan. Yang mau melahirkan pun digotong menggunakan bambu dan sarung. Helo pemerintah setempat apa kabar. Kampung Bitung, Desa Barunai, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten. Mana sumpah untuk mengayomi rakyat," tulis Badru dalam statusnya sebagaimana dikutip detikcom, Kamis (5/11/2020).

Unggahan itu ternyata membuat berang pihak pemerintah desa. Pada Senin (2/11), ia kemudian dibawa ke balai desa dengan kawalan RT dan langsung dibawa ke Polsek Panggarangan. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, kepala desa tidak terima atas video yang viral tersebut, bahkan dinilai mencemarkan nama baik.

Meski begitu, Kapolsek Panggarangan AKP Rohidi membantah bahwa pria tersebut ditangkap dan ditahan. Menurutnya, lelaki asal Desa Barunai, Kecamatan Cihara, itu diamankan untuk menghindari adanya amukan warga atas apa yang ia unggah di media sosial.

"Kata siapa ditahan, enggak ditahan. Enggak sembarangan boleh menahan orang. Itu menghindari takut digebukin, dipukulin orang. Itu diantarkan kepala desa. Namanya desa ada pro dan kontra. Jadi takut ribut, diantarkan, diamankan di sini," kata Rohidi saat dikonfirmasi detikcom melalui sambungan telepon, Rabu (4/11/2020).

Menurut Rohidi, Badru diantarkan diantarkan oleh kepala desa ke Mapolsek Panggarangan karena khawatir adanya perkelahian antarpemuda. Pria itu diantar pada Selasa (3/11) malam. Badru akhirnya dijemput oleh keluarganya esok harinya, Rabu sore.

Badru Dianggap Cemarkan Nama Baik Kades

Berdasarkan keterangan keluarga, Badru diamankan karena mengkritik pembangunan di Desa Barunai karena ada ibu hamil ditandu saat akan melahirkan. Kepala desa tidak terima karena itu dianggap pencemaran nama baik.

Badru kemudian dibawa ke balai desa dan dibawa ke Polsek Panggarangan. Pihak keluarga menyebut Badru dibawa ke kantor polisi bukan pada Selasa (3/11), tapi pada Senin (2/11) malam.

"Alasannya ngamankan, sedangkan Polsek ngakui itu aspirasi masyarakat, jaro (kepala desa) keukeuh katanya pencemaran nama baik," ujar Rinaldi selaku kakak ipar kepada detikcom.

Kapolsek Panggarangan AKP Rohidi membenarkan soal ada ketidakcocokan antara Badru dan kepala desa. Hal tersebut yang membuat Badru memposting foto yang menunjukan jeleknya infrastruktur di kampungnya.

Hanya saja polisi tak mau ikut campur atas masalah di desa itu. Rohidi menyebut, Badru diamankan dengan maksud agar dibuat jera.

"Saya enggak ikut campur masalah kepala desa mah. Siang ini mau dijemput sama keluarga sama jaro, biar kapok aja biar nggak liar main Facebook saja itu," tuturnya.

Penjelasan pemerintah desa soal jalan rusak >>>

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4