Round-Up

Perlawanan Ketua KPU Jeneponto yang Dipecat Gegara Laporan Pemerkosaan

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 06 Nov 2020 05:04 WIB
Poster
Foto ilustrasi pemerkosaan. (Edi Wahyono/detikcom)

Kini Baharuddin melawan. Dia membantah tuduhan bahwa dia memerkosa caleg tersebut.

"Jadi keputusan DKPP kemarin betul-betul merugikan saya. Karena semua bantahan saya diabaikan begitu saja, termasuk misalnya tuduhan soal pemerkosaan, nah itu tidak benar," kata Baharuddin saat berbincang dengan detikcom, Kamis (5/11).

Terkait soal tuduhan pemerkosaan, Baharuddin menyebut statusnya saat itu dengan PD adalah suami-istri. Kejanggalan lainnya, sambung Baharuddin, adalah soal tuduhan itu baru dilaporkan saat ini.

"Itu tidak benar itu, logika saja dipakai, kalau melakukan pemerkosaan, kenapa tidak dari awal dan tidak dibawa ke ranah hukum? Ini kan direkayasa dan mampu yakinkan (DKPP)," terangnya.

Baharuddin mengatakan saat itu dirinya dan PD berstatus suami-istri dan keduanya telah menikah siri. Dia pun telah memberikan klarifikasinya kepada DKPP, baik secara lisan maupun tulisan. Dia merasa penjelasannya tidak didengarkan oleh DKPP.

"Semua direkayasa, (hubungan) dalam bentuk hubungan suami-istri. Makanya saya jelaskan di depan DKPP. Orang ini berstatus istri saya, di mana logikanya, ndak ngerti saya lagi," ungkapnya.

Halaman

(dnu/lir)