Ini Pandangan Warga Cinangka di Periode Pertama Ratu Tatu

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Kamis, 05 Nov 2020 21:46 WIB
Ratu Tatu
Foto: Timses Ratu Tatu-Pandji
Jakarta -

Calon Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah terus melakukan roadshow kampanye ke sejumlah kecamatan, salah satunya di Kecamatan Cinangka. Dalam kegiatan itu, Ratu Tatu menyampaikan apresiasi atas kebersamaan warga dalam pembangunan Kabupaten Serang.

"Kemajuan pembangunan yang dirasakan saat ini, tentu atas keterlibatan dan kebersamaan antara aparatur pemerintah daerah, para ulama, dan masyarakat. Kebersamaan ini adalah kekuatan untuk kemajuan Kabupaten Serang," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (5/11/2020).

Dalam kampanye tersebut, simpatisan pasangan ini pun menyampaikan pandangannya terkait program yang telah dijalankan Ratu Tatu di periode pertama.

"Kabupaten Serang sudah berubah, kami tidak ingin perubahan yang mengarah pada kemunduran. Karena itu, kami ingin kembali dipimpin oleh Ibu Tatu satu periode lagi," kata salah seorang warga di Kecamatan Cinangka Dedi Suhandi.

Dedi mengatakan sebelum Ratu Tatu dan Pandji Tirtayasa memimpin Kabupaten Serang, banyak jalan yang rusak parah sehingga menghambat aktivitas warga.

"Pasangan Tatu-Pandji ini punya program betonisasi 100 km per tahun. Dan sekarang mayoritas jalan kabupaten sudah dibeton. Periode kedua harus fokus memperbaiki jalan desa," ujarnya.

Selain itu, kata dia, Tatu-Pandji sangat dekat dengan para ulama. Rutin melaksanakan pengajian keliling ke setiap kecamatan dan meminta masukan para ulama untuk kemajuan Kabupaten Serang.

"Bahkan di zaman kepemimpinan Tatu-Pandji, para penghafal Alquran diberi beasiswa. Untuk kemajuan Kabupaten Serang kami pilih Tatu-Pandji," tukasnya.

Senada dengan Dedi, seorang tokoh masyarakat Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Agus Safar mengatakan program yang dijalankan Pemkab Serang di masa kepemimpinan Tatu-Pandji telah terlihat, baik secara data maupun fakta di lapangan.

"Kami tidak tertarik dengan jargon perubahan. Karena Kabupaten Serang saat ini sudah maju. Dan kemajuan tersebut harus dilanjutkan. Tidak boleh ada kemunduran pembangunan," kata Agus.

Menurutnya, angka pengangguran Kabupaten Serang masih tertinggi di Banten sejak 2012, sebelum Tatu-Pandji memimpin Kabupaten Serang. Dengan program pelatihan tenaga kerja dan bursa kerja khusus, angka pengangguran turun drastis.

"Menurut data BPS, angka pengangguran tahun 2018-2019, turun sebesar 2,13%. Ini tercatat sejarah, penurunan tertinggi di Banten. Harus kita apresiasi," ujar mantan Kepala Desa Pasauran ini.

Menurutnya, Tatu-Pandji juga punya program bidang pendidikan dan kesehatan yang layak diapresiasi. Mulai dari beasiswa untuk siswa SD-SMP, hingga kuliah gratis untuk mahasiswa berprestasi dari keluarga tidak mampu secara ekonomi.

"Di bidang kesehatan, ada program ambulan desa. Saya kira program-program tersebut di Banten hanya dilaksanakan oleh Bu Tatu dan Pak Pandji. Saya yakin, Kabupaten Serang akan semakin maju," ungkap dia.

(mul/mpr)