Sejarah Pancasila: Perumusan, Pidato Bung Karno dan Hari Lahir Pancasila

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 05 Nov 2020 18:46 WIB
Peringati hari lahirnya Pancasila, Kemendikbud menggelar Pameran Arsip Lahirnya Pancasila di Museum Nasional. Apa saja yang dipamerkan? Simak foto-fotonya berikut ini.
Sejarah Pancasila:Perumusan, Pidato Bung Karno dan Hari Lahir Pancasila (Foto: Grandyos Zafna)

Hasil pembahasan Panitia Sembilan tertuang dalam Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945 sebagai berikut:

1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
3. Persatuan Indonesia.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Namun, perumusan soal dasar negara ini masih belum selesai. Masih timbul perdebatan antara kelompok kebangsaan dan kelompok Islam. Saat rapat Panitia Perancang UUD pada 11 Juli 1945, J Latuharhary menyampaikan keberatan terutama kewajiban melakukan syariat buat pemeluk-pemeluknya.

"Akibatnya mungkin besar, terutama terhadap agama lain," ujar Latuharhary seperti yang dikutip dari Himpunan Risalah Sidang-Sidang dari BPUPKI dan PPKI yang Berhubungan dengan Penyusunan UUD 1945.

Setelah melalui berbagai kompromi pada rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, 18 Agustus 1945, Hatta menyebutkan rumusan final pembukaan UUD Negara. Salah satunya menyebutkan perubahan kalimat pada dasar negara menjadi hanya "Negara berdasarkan ke-Tuhanan Yang Maha Esa".

"Inilah perubahan yang maha penting menyatukan segala bangsa," ujar Hatta. Perubahan ini merupakan rumusan final dasar negara yang dikenal dengan nama Pancasila.

Baru lebih dari 70 tahun kemudian, Hari Lahir Pancasila ditetapkan sebagai peringatan dan hari libur nasional melalui Keputusan Presiden No. 24 Tahun 2016.

Sejarah Pancasila mencatat tanggal pidato Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945 kemudian dijadikan sebagai peringatan hari lahirnya dasar negara Indonesia.


(pal/erd)