Survei Indo Barometer: 50,6% Publik Puas Penanganan Corona Jokowi-Ma'ruf

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 05 Nov 2020 05:27 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wapres Maruf Amin memperkenalkan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju di tangga beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/foc.
Foto: Jokowi dan Ma'ruf Amin (Antara Foto)
Jakarta -

Lembaga survei Indo Barometer merilis hasil survei terkait penanganan pandemi virus Corona (COVID-19) oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Dari hasil survei itu, sebanyak 50,6% publik puas dengan kinerja Jokowi-Ma'ruf Amin menangani Corona.

Survei ini dilakukan pada 10 hingga 17 Oktober 2020. Menggunakan metode multistage random sampling dengan 1.200 responden. Margin of error sebesar kurang lebih 2,83%, dengan tingkat kepercayaan 95%.

Secara umum, hasil survei ini menunjukkan bahwa persoalan penting di Indonesia adalah soal perekonomian rakyat sebesar 28,5%. Diikuti lapangan pekerjaan, harga bahan pokok, penanganan virus Corona, dan bantuan sosial (bansos).

"Permasalahan paling penting di Indonesia menurut survei Oktober 2020 adalah perekonomian rakyat 28,6%, lapangan pekerjaan 20,2%, kestabilan harga bahan pokok 10,9%, masalah kesehatan (penanganan COVID-19) 10,3%, dan bantuan rakyat kecil bansos 6,4%," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer, Mohammad Qodari dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/11/2020).

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner. Responden survei adalah warga negara Indonesia yang sudah mempunyai hak pilih minimal berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah pada saat survei dilakukan.

Bila dibandingkan dengan survei September 2015 kondisi saat ini dinilai mirip, dimana permasalahan terpenting adalah perekonomian sebesar 37,2%, sulitnya lapangan pekerjaan 13.3%, harga kebutuhan pokok mahal 12,3%, meningkatnya korupsi 12,3%, dan kemiskinan 3,7%.

"Jadi, baik di awal 1 tahun periode pertama maupun periode kedua, isu terbesar yang harus diselesaikan oleh Presiden Jokowi masihlah masalah-masalah ekonomi," ujar Qodari.

Hasil survei secara umum itu, kata Qodari, menunjukkan bahwa permasalahan Corona lebih banyak muncul ke publik sebagai masalah ekonomi. Tak berbeda dengan lima tahun lalu.

"Data di atas menunjukkan bahwa masalah COVID bagi masyarakat lebih banyak tampil sebagai masalah ekonomi dari pada masalah kesehatan. Situasi ini mirip dengan tahun 2015," ucapnya.

Lalu bagaimana dengan tingkat kepuasan publik terkait penanganan wabah Corona oleh pemerintah Jokowi-Ma'ruf? Begini menurut hasil survei Indo Barometer. Simak di halaman selanjutnya.