Ikut Paman Bawa Sesajen ke Sungai, Bocah di Sulsel Tewas Tenggelam

Hermawan Mappiwali - detikNews
Selasa, 03 Nov 2020 20:19 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi Tenggelam (Thinkstock)
Bulukumba -

Seorang bocah bernama Akbar (12) tewas tenggelam ketika ikut bersama pamannya membawa sesajen di sungai di Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel). Korban tewas karena tak bisa berenang.

"Dia pergi sama omnya, dia ikut kasi turun sesajen di sungai," kata Kepala Desa (Kades) setempat Arifin Para kepada detikcom, Selasa (3/11/2020).

Arifin mengatakan korban dan sang paman awalnya pergi membawa sesajen ke sungai di Desa Tanah Harapan, Kecamatan Ujung Loe, Senin (2/11). Setiba di sungai, korban pergi ke titik yang cukup jauh dari pamannya karena mengikuti sejumlah rekannya untuk mandi di sungai.

"Dia mandi-mandi sama temannya terus tenggelam baru dia tidak terlalu pandai berenang," katanya.

Muddin sama sekali tak menyadari kejadian yang menimpa korban. Dia baru mencari keberadaan korban ketika selesai mengurus sesajen di sungai dan hendak pulang.

"Pada saat omnya mau pulang, dia cari mi keponakannya bilang di mana. Nah ada mi teman korban yang bilang ada di sana sempat saya mau tarik karena tenggelam tapi tidak bisa saya tarik jadi saya lepas," tutur Arifin.

Menurut Arifin, korban mulai tenggelam sekitar pukul 13.00 Wita. Korban baru ditemukan sekitar satu jam kemudian oleh warga sekitar.

"Pergi mi orang yang bisa menyelam, tidak pakai alat, tradisional. Ada satu jam baru didapat," katanya.

Arifin sendiri mengaku tidak mengetahui motif paman korban membawa sesajen ke sungai. Namun dia mengatakan sebagian warga di wilayahnya memang masih kerap mempercayai pemberian sesajen dengan keperluan agar tidak terkena musibah.

"Biasa kan orang-orang dulu kalau seumpama anaknya sakit, kalau dikasi rezeki sama Tuhan (anaknya sembuh) saya mau ke situ (sungai) mandi-mandi, biasa begitu motifnya dia kasi turun begitu (sesajen)," tutur Arifin.

"Biasa juga (karena habis) menikah atau akikah. Tapi entahlah apa itu motifnya, saya tidak sempat tanya-tanya," sambung Arifin.

Selain itu, lanjut Arifin, sungai lokasi tenggelamnya Akbar dikenal kerap memakan korban oleh warga sekitar. Arifin mengaku pihaknya juga sudah mengimbau warga tidak datang ke sungai.

"Tiap tahun di situ memang ada orang tenggelam. Makanya kemarin saya imbau saya punya warga, kalau ada anuta (hajat) jangan ke situ, karena sudah tahu ada kejadian-kejadian sebelumnya kenapa masih pergi," pungkas Arifin.

(man/man)