Menag Minta FKUB Cari Solusi Jitu Moderasi Agama di Tengah Masyarakat

Yulida Medistiara - detikNews
Selasa, 03 Nov 2020 16:57 WIB
Menag Fachrul Razi
Foto: Rahel/detikcom
Jakarta -

Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengatakan pemerintah berupaya menjaga kerukunan umat beragama, salah satunya dengan membuat forum koordinasi dan konsultasi dengan memberdayakan peran strategis tokoh tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat, organisasi keagamaan. Fachrul berharap FKUB dapat memberikan solusi jitu dalam upaya merawat kerukunan.

"Harapan kami, dapat keluar konsep-konsep jitu dan bijak untuk lebih memberdaya dan menghasil-gunakan peran FKUB dalam konteks membumikan moderasi beragama di tengah masyarakat," kata Fachrul saat membuka acara rakornas Forum Kerukunan Umat Beragama yang disiarkan di YouTube Kemang RI, Selasa (3/11/2020).

Ia berbicara terkait keberagaman agama yang dimiliki Indonesia. Fachrul mengajak masyarakat terus berkomitmen bersikap toleran.

"Di tengah keberagaman yang luar biasa itu yang juga merupakan bagian dari nikmat Tuhan YME kepada bangsa Indonesia, alhamdulillah, puji Tuhan, Indonesia masih berdiri kokoh bersatu terus bergerak maju mengejar negara-negara maju lainnya di dunia," kata Fachrul.

"Tentu itu tidak dicapai dengan mudah, Indonesia bekerja keras untuk mewujudkan kerukunan dengan berbagai upaya utamanya adalah dengan mengajak semua umat beragama berpegang teguh pada esensi umat beragama yang selalu mengajak pada kehidupan yang damai, toleran, adil, dan saling menghormati perbedaan," imbuhnya.

Fachrul mengatakan masyarakat di Indonesia menganut enam agama yang diakui, tetapi masih ada yang mengikuti agama leluhur dan penghayat kepercayaan lainnya. Karena itu, dia meminta masyarakat menghargai perbedaan.

Menurut Fachrul Indonesia adalah model terbaik dari konsep masyarakat yang multikultural karena memiliki beragam suku, agama, budaya, dan bahasa sehingga patut disyukuri. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat saling menghargai perbedaan yang ada.

"Terwujudnya umat beragama yang rukun merupakan harapan bagi semua masyarakat Indonesia yang berpijak pada realitas, pluralitas umat beragama sebagaimana dikatakan masyarakat dunia bahwa Indonesia adalah model terbaik dari konsep masyarakat yang multikultural," ungkapnya.

"Bagi bangsa Indonesia, keragaman diyakini sebagai takdir. Dia tidak diminta, melainkan pemberian Tuhan Yang Maha Pencipta, bukan untuk ditawar, tapi untuk diterima. Kalau bahasa Inggrisnya, take for granted. Indonesia adalah negara dengan beragam etnis, suku, budaya dan bahasa dan agama yang nyaris tidak ada tandingannya di dunia," ungkapnya.

(yld/imk)