Round-up

Onar Klub Harley di Bukittinggi: Keroyok Prajurit TNI, Berakhir di Bui

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 01 Nov 2020 07:45 WIB
Dua tersangka pengeroyokan prajurit TNI di Bukittinggi ditahan di kantor polisi (dok Istimewa)
Foto: Dua tersangka pengeroyokan prajurit TNI di Bukittinggi ditahan di kantor polisi (dok Istimewa)

Polisi langsung mengambil tindakan dengan melakukan pemeriksaan-pemeriksaan saksi hingga korban terkait kejadian tersebut. Polisi kemudian menetapkan 2 orang tersangka dalam kasus itu.

"2 orang sudah kami tahan inisial MS (49) dan B (18)," kata Kapolres Bukittinggi, AKBP Dody Prawiranegara, saat dikonfirmasi, Sabtu (31/10).

Kedua tersangka saat ini sudah ditahan oleh pihak kepolisian. Keduanya dikenakan Pasal 170 KUHP terkait pengeroyokan.

"Keduanya saat ini sudah dilakukan penahanan di rutan polres, dipersangkakan Pasal 170 KUHP," ujar Dody.

Tak hanya menetapkan dua orang tersangka, polisi juga menyita 13 unit moge Harley-Davidson yang dipakai dalam konvoi tersebut.

Polisi ingin mengecek kelengkapan surat-surat dari motor mewah tersebut. Pihak Reskrim berkoordinasi dengan Satlantas.

"Sementara yang kami amankan 13 unit moge Harley-Davidson dan 1 unit Yamaha X-Max untuk dilakukan pengecekan surat kendaraan motor tersebut dan untuk pengecekan saya berkoordinasi dengan kasat lantas," kata Kasat Reskrim Polres Bukittinggi, AKP Chairul Amri Nasution.

Atas kejadian itu, pihak klub HOG SBC meminta maaf atas peristiwa tersebut. Public Relations HOG SBC Epriyanto mengakui ada kekeliruan anggota dalam insiden pengeroyokan yang terjadi di Jalan Hamka, Guguk Panjang, Bukittinggi, Sumbar, pada Jumat (30/10) sekitar pukul 17.00 WIB tersebut.

"Atas kejadian dan berita yang ramai di 24 jam terakhir ini, pertama, saya ingin menyampaikan atas nama HOG SBC, pertama, kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas terjadinya kegaduhan atas kejadian tersebut," kata Epriyanto.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3