Round-Up

Geger Pecatan Polisi Tusuk Ustaz saat Ceramah Maulid Nabi

Agus Setyadi - detikNews
Jumat, 30 Okt 2020 21:26 WIB
Penampakan MA, penusuk Ustaz Zaid Maulana saat mengisi ceramah Maulid Nabi di Aceh.
Penampakan MA, penusuk Ustaz Zaid Maulana saat mengisi ceramah Maulid Nabi di Aceh. (Foto: dok. istimewa)

Pelaku MA lalu kabur lewat jendela. Polisi bergerak cepat untuk menangkap pelaku. Sekitar 40 menit setelah kejadian, MA ditangkap di Desa Kandang Mbelang. Polisi masih memeriksa pelaku.

"Kasus dugaan tindak pidana penganiayaan berat ini masih dalam proses penyelidikan petugas Polres Aceh Tenggara," jelas Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Ery Apriyono, kepada wartawan, Jumat (30/10).

Pelaku Pecatan Polisi

Diketahui, MA ternyata mantan anggota polisi. Dia dipecat dari kepolisian pada 2017 karena kabur dari tugas alias desersi. MA sebelumnya bertugas di Polres Aceh Tenggara.

Kapolres Aceh Tenggara, Aceh, AKBP Wanito Eko Sulistyo memberikan keterangan pers terkait kasus penyerangan seorang ustaz. Seorang terduga pelaku berinisial MA (37) warga kabupaten setempat diamankan polisi. (ANTARA/HO)Polisi menunjukkan barang bukti penyerangan ustaz di Aceh saat berceramah (ANTARA/HO)

Belum diketahui motif penusukan tersebut. Sebab pelaku belum banyak memberikan keterangan kepada penyidik.

"Kita sekarang masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi yang ada di sekitar lokasi untuk mengetahui kronologis kejadian," ujar Ery.

Polisi menyebut MA adalah warga lokal tempat Zaid berceramah. Dalam foto yang beredar dan dibenarkan polisi, pelaku tampak mengenakan jaket dan bercelana jins biru. MA duduk di atas kursi di dalam sebuah ruangan.

MPU Minta Keselamatan Penceramah Diperhatikan

Ulama Aceh mengecam serangan terhadap Ustaz Zaid. Mereka meminta panitia memperhatikan keamanan penceramah saat menggelar kegiatan. Peristiwa penyerangan di Aceh Tenggara ini diharap jadi pembelajaran agar penyelenggara mempersiapkan keamanan acara.

"Kasus yang menimpa seorang ustaz di Aceh Tenggara itu harus menjadi pembelajaran bagi kita semuanya bahwa pembelajaran bagi yang menyampaikan dakwah dan pembelajaran bagi masyarakat," kata Wakil Ketua MPU Aceh Teungku Faisal Ali saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (30/10).

Menurutnya, pelaku yang menyerang ustaz tidak semua karena faktor tidak senang, tapi bisa jadi ada unsur lain, seperti mabuk dan lainnya.

"Kenapa perlu dipersiapkan sisi keamanan karena itu tadi bukan karena (orang) tidak senang kepada ustaz tapi kadang orang marah karena ada problem sendiri di rumah, ada masalah yang lain untuk dia berbuat anarkis, kasar," sambungnya.

Halaman

(jbr/idh)