Pilkada 2020, Bawaslu Terima Laporan 106 Kampanye Negatif-32 Isu Hoax

Yulida Medistiara - detikNews
Jumat, 30 Okt 2020 16:49 WIB
Komisioner Bawaslu, Fritz Edward Siregar
Foto: Komisioner Bawaslu, Fritz Edward Siregar. (Eva-detikcom)
Jakarta -

Bawaslu RI merilis laporan mengenai pengawasan konten internet setelah sebulan masa kampanye Pilkada. Bawaslu menerima 106 laporan kampanye negatif dan 32 isu hoax.

"Data dari Kominfo per 26 Oktober, 106 jumlah temuan kampanye negatif dan 32 jumlah isu hoax," kata anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar, dalam keterangannya, Jumat (30/10/2020).

Ia menyebut kampanye negatif tersebut ada yang berupa ujaran kebencian dan disinformasi. Sementara itu, Bawaslu juga sudah melakukan penindakan terhadap pelanggaran tersebut berupa take down dan diteruskan ke tim siber kepolisian.

"Kampanye negatif ini berupa ujaran kebencian dan disinformasi. Bisa juga pelanggaran prokes (protokol kesehatan) yang diupload," kata Fritz.

Laporan tersebut diterima Bawaslu dari Ditjen Aptika Kominfo sejak 26 September 2020. Selain itu Bawaslu juga menerima laporan dari website Bawaslu melalui konten 'laporkan' sejak 10 Oktober 2020, serta melalui form A online khusus pengawas pemilu) dan dari whatsapp.

Selain itu Bawaslu telah menganalisa 87 url yang diadukan melalui Kominfo. Fritz menyebut sebanyak 15 url melanggar Pasal 69 huruf c UU Pilkada dan ada 2 url yang melanggar Pasal 28 UU ITE.

Ada pula laporan dugaan pelanggaran yang sedang diproses oleh Bawaslu. Penjelasan lengkapnya ada di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3