MUI Ajak Umat Muslim Boikot Produk Prancis sampai Macron Minta Maaf

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 30 Okt 2020 15:41 WIB
Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta
Foto ilustrasi kantor MUI. (Ari Saputra/detikcom)

Pemerintah RI telah mengecam pernyataan Presiden Macron. RI menilai Macron melukai perasaan 2 miliar muslim dunia.

"Indonesia mengecam pernyataan Presiden Perancis yang menghina agama Islam," demikian pernyataan RI, seperti dikutip dari situs resmi Kemlu RI.

Kemlu telah memanggil Dubes Prancis. Pemanggilan terhadap Dubes Prancis untuk RI Olivier Chambard dilakukan pada Selasa (27/10) sore. Namun, Olivier belum memberikan respons terhadap kecaman Indonesia.

Macron menyampaikan ketegasannya menyikapi pemenggalan seorang guru di Prancis. Dia menyebut pemenggalan itu adalah 'serangan teroris Islamis'. Guru itu dibunuh karena dia mengajarkan 'kebebasan berekspresi'.

Sebelum peristiwa pemenggalan guru, Macron juga berbicara bahwa Islam adalah 'Agama yang dalam krisis di seluruh dunia hari ini'. Dia akan berperang melawan Islamis radikal di Prancis yang dia sebut juga sebagai 'separatisme Islam'. Pernyataan Macron itu dilansir France 24 dengan AFP, 2 Oktober 2020.

Halaman

(dnu/imk)