Viral Video Pria Ganti APK Paslon, Bawaslu Barru Turun Tangan

Hasrul Nawir - detikNews
Jumat, 30 Okt 2020 10:56 WIB
Tangkapan layar video viral orang ganti APK paslon lawan (Foto: dok Istimewa)
Tangkapan layar video viral orang ganti APK paslon lawan (Foto: dok Istimewa)
Barru -

Video yang menunjukkan aksi dua orang mengganti alat peraga kampanye (APK) atau baliho milik salah satu pasangan calon (paslon) dengan paslon lainnya di Barru, Sulawesi Selatan, beredar di media sosial. Bawaslu Barru sedang menangani kejadian tersebut.

Dilihat detikcom dari video yang beredar, Jumat (30/10/2020), video itu tampak direkam oleh seorang pengendara mobil di SPBU Kajuara, Tanete Riaja, Barru, Sulsel. Tampak 1 mobil pikap mengangkut 1 APK.

Kemudian, dua pria tampak merobohkan APK yang terpasang yang disebut milik paslon petahana, Suardi Saleh-Aska Mappe. Keduanya lantas mengganti APK itu dengan baliho paslon nomor urut 1 Mudassir Hasri Gani-Aksah Kasim.

Ketua Bawaslu Barru M Nur Alim mengatakan kejadian tersebut telah ditangani. Tim paslon yang balihonya diturunkan juga telah melaporkan kasus tersebut.

"Setelah ada laporan kita langsung turun tangan dan menyaksikan prosesnya, kita arahkan melapor dan tim paslon yang dirugikan sudah memasukkan laporan ke Bawaslu tadi malam," kata Nur Alim kepada wartawan.

Nur Alim mengaku saat ini barang bukti berupa APK yang diduga dirusak juga telah berada di Kantor Bawaslu. Pihaknya pun akan mengklarifikasi pihak terlapor.

"Kita sementara pelajari, apakah ada unsur pidana atau tidak, sementara ini kita jadwalkan untuk melakukan klarifikasi terhadap orang-orang yang dilaporkan," katanya.

Sementara, LO paslon Suardi-Aska, Bahri yang balihonya diturunkan menyayangkan insiden tersebut. Menurut Bahri, tindakan tersebut mencederai demokrasi.

"Ini sangat patut disayangkan, di saat kita ingin mengedukasi masyarakat bagaimana cara berdemokrasi yang santun dan baik malah dicederai oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan brutal, jujur kami sangat kecewa, apalagi kalau benar yang melakukannya adalah dari Tim Paslon yang lain," ujarnya.

"Sepengetahuan kami bahwa yang berhak menurunkan baliho paslon hanya bawaslu bersama satpol itupun jika dianggap ada pelanggaran. Dan itu juga tidak serta merta langsung diturunkan, pasti ada penyampaian terlebih dahulu," imbuh Bahri.

Bahri berharap kasus ini diproses secepatnya. Dia yakin Bawaslu akan menuntaskan kasus tersebut.

"Makanya kami berharap ini bisa diproses secepatnya. Dan kami sangat yakin bahwa pihak berwenang akan menuntaskan kasus ini dengan cepat. Dan kami juga akan melakukan upaya-upaya hukum sesuai aturan yang berlaku sebagai bentuk ikhtiar mensukseskan pilkada damai di kabupaten Barru," kata Bahri.

(mae/idh)