Kontroversi LGBT di Aparat

Oknum Aparat LGBT di Indonesia Dipecat, Bagaimana dengan Aturan di Negara Lain?

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Kamis, 29 Okt 2020 16:38 WIB
Liverpool, UK - August 1, 2015: Liverpool Pride is the city’s annual celebration of the Lesbian, Gay, Bisexual and Trans community (LGBT). Now in its sixth year, it was launched in memory of Liverpool teenager Michael Causer, who was murdered during a homophobic attack at a house party in 2008. Each year takes on a different theme - for 2015, the theme is Love is No Crime.
Foto ilustrasi polisi gay. (dok. iStock)
Jakarta -

Isu aparat yang memiliki orientasi seksual 'menyimpang' alias LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender) kembali ramai. Beberapa anggota TNI dipecat karena diketahui sebagai gay. Lalu, bagaimana soal aturan aparat LGBT di negara lain?

Sebagaimana diketahui, daftar anggota TNI yang dipecat karena diketahui seorang gay terus bertambah. Terbaru, pengadilan Militer II-10 Semarang menjatuhkan vonis pemecatan dinas terhadap Serka RR karena terbukti melakukan hubungan seks sesama jenis atau yang kini dikenal dengan LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender). Serka RR juga dipenjara 8 bulan karena tidak mematuhi perintah atasan yang melarang anggota TNI menjadi homoseksual.

Serka RR dinyatakan terbukti melanggar pasal 103 KUHP Militer tentang melawan perintah atasan.

Vonis Serka RR memperpanjang daftar anggota TNI yang dipecat karena LGBT. Untuk yang sudah diadili hingga tingkat kasasi, Mahkamah Agung (MA) sudah mengadili 16 oknum anggota TNI yang terlibat LGBT dan semuanya dipecat.

"Sebanyak 16 perkara sudah diputus di tingkat kasasi. Semuanya dipecat," kata Jubir MA Hakim Agung Andi Samsan Nganro, Rabu (28/10/2020).

Pemecatan anggota TNI LGBT juga diketok oleh Pengadilan Militer Jayapura, Pengadilan Militer Bandung, Pengadilan Militer Surabaya, hingga Pengadilan Militer Tinggi Medan.

Salah satunya adalah Letda DS, yang mulai terjerumus menjadi homoseksual saat mengikuti komunitas LGBT. Padahal Letda DS mengetahui ada Surat Telegram Panglima TNI yang melarang anggota TNI menjadi homoseksual dan sanksinya pemecatan.

Pada 6 April 2020, Pengadilan Militer Denpasar memutuskan Letda DS bersalah dengan sengaja tidak menaati perintah dinas. Letda DS dihukum 10 bulan penjara dan dipecat dari militer.

Sebelum kehebohan LGBT di TNI ini, sebelumnya ada pula kasus polisi berinisial TT yang dipecat secara tidak hormat oleh Polda Jateng pada tahun 2019 lalu. TT dinyatakan melanggar Peraturan Polri tentang kode etik yaitu Perkap no 14 tahun 2011 dan hasilnya yaitu Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

TT kemudian menggugat putusan itu. Melalui kuasa hukumnya, TT kembali mengajukan gugatan ke PTUN Semarang untuk kedua kalinya setelah yang sebelumnya tidak ada keputusan finalnya.

Lantas, bagaimana perlakuan negara lain terhadap apart gay di negara mereka?

Lihat video 'Polri Siap Tindak Tegas Anggotanya yang Terlibat LGBT':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3