Round-Up

Dari Jokowi hingga Nadiem Bawa Pesan Persatuan di Momen Sumpah Pemuda

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Rabu, 28 Okt 2020 21:32 WIB
Presiden Jokowi berpidato di Hari Sumpah Pemuda 2020 sekaligus meresmikan stasiun TVRI Papua Barat.
Presiden Jokowi berpidato di Hari Sumpah Pemuda 2020. (Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Momen Sumpah Pemuda diperingati segenap bangsa Indonesia pada 28 Oktober 2020 ini. Gelora persatuan digaungkan oleh sejumlah tokoh bangsa.

Pesan-pesan Sumpah Pemuda disampaikan oleh Presiden Joko Widodo hingga Mendikbud Nadiem Makarim kepada seluruh anak negeri.

Persatuan menjadi kunci penting bagi bangsa Indonesia untuk bangkit dari masa-masa sulit di masa pandemi Corona (COVID-19) ini.

Berikut pesan persatuan di momen Sumpah Pemuda:

Jokowi Ajak Bangsa Bersatu Hadapi Pandemi

Presiden Jokowi mengajak bangsa Indonesia bersatu melewati masa-masa sulit akibat pandemi Corona.

"Semangat, tekad, dan cita-cita pemuda Indonesia tetap menyala-nyala. Mari, bersatu melewati masa-masa sulit pandemi ini, bangkit dan menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju," ujar Jokowi lewat akun Twitter resminya, Rabu (28/10/2020).

Tidak Ada Jawa-Papua, Kita Bersaudara

Jokowi juga menegaskan tidak ada istilah penyekatan berdasarkan suku.

"Kita harus saling membantu satu sama lain dalam semangat solidaritas. Tidak ada Jawa, tidak ada Sumatera, tidak ada Sulawesi, tidak ada Papua, yang ada adalah saudara sebangsa dan setanah air," kata Jokowi dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda di saluran YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (28/10/2020).

Jokowi mengatakan semangat Sumpah Pemuda adalah menyatukan persaingan dan perbedaan. Sebab, tidak jarang antar-individu saling menjatuhkan dalam berkompetisi di era globalisasi.

"Tidak jarang kompetisi itu berujung pada upaya saling mengalahkan, saling menghancurkan. Hal itu menjadi energi negatif yang merugikan kita semuanya. Sumpah Pemuda justru membawa energi positif yang menyatukan persaingan dan perbedaan, tidak harus membuat kita melupakan adanya masalah-masalah bersama, kepentingan-kepentingan bersama, maupun tujuan-tujuan bersama," ujar Jokowi.

Jokowi juga menyampaikan bahwa pemerintah sudah melakukan pemerataan pembangunan atau pembangunan berbasis Indonesia sentris. Ini dilakukan supaya setiap masyarakat merasa memiliki Indonesia.

"Kita juga membangun infrastruktur yang memudahkan konektivitas antarwilayah, antarpulau, untuk menyatukan Indonesia. Dengan pembangunan yang merata dan berkeadilan, maka masyarakat Papua, masyarakat Aceh, dan masyarakat Indonesia di berbagai wilayah merasa menjadi bagian dari Indonesia, merasa memiliki Indonesia, serta ikut berkontribusi untuk memajukan Indonesia," sebut Jokowi.

Mahfud Bicara Persatuan dan Pengentasan Kemiskinan

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md mengatakan Sumpah Pemuda adalah tekad untuk bersatu dalam keberagaman.

"Selamat Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-92: 1928-2020. Capaian yang bernilai paling tinggi dari perjuangan bangsa Indonesia adalah sumpah dan tekat untuk bersatu dalam keberagaman (1928) yang kemudian dijalin dalam dasar dan ideologi negara: Pancasila (1945). Mari kita syukuri capaian ini," ujar Mahfud melalui akun Twitter resminya, Rabu (28/10/2020).

Mahfud mengatakan kewajiban anak bangsa adalah menjaga semangat Sumpah Pemuda. Serta melanjutkan perjuangan kemerdekaan dengan pembangunan.

"Kewajiban kita adalah menjaga warisan Sumpah Pemuda dan Kemerdekaan Indonesia ini dengan melakukan pembangunan," tuturnya.

Pembangunan yang dimaksud Mahfud adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Selain itu, upaya untuk memberantas kemiskinan.

Selanjutnya
Halaman
1 2